Berita Sumba Barat Terbaru
Tinju Tradisional Sumba Mengenang Kisah Heroik Tokoh Melegenda Wanokaka, Pajura, Ini Kisahnya
Pajura adalah sebuah atraksi tinju tradisional yang merupakan rangkaian pelaksanaan budaya pasola yang berlangsung pada setiap tahun.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
Pajura, Tinju Tradisional Sumba Mengenang Kisah Heroik Tokoh Melegenda Wanokaka
Pajura adalah sebuah atraksi tinju tradisional yang merupakan rangkaian pelaksanaan budaya pasola yang berlangsung pada setiap tahun. Atraksi pajura berlangsung di Pantai Teitena di Hobajangi, Desa Baliloku, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat. Acara ritual sembayang dan pelaksanaan atraksi pajura biasanya berlangsung dua malam sebelum pasola.
Menurut Rato Yagi Riada dari Kampung Praigoli, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Charles Hermana Weru dan Camat Wanokaka, Sumba Barat, Lukas Lodu Pewu,S.H yang secara terpisah ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (2/3/2021) dan Kamis (4/3/2021) menceritakan atraksi pajura, sebetulnya mengenang perjuangan heroik tokoh melegenda Wanokaka yang berjuang berlayar mengarungi lautan luas" mandara" atau mencari makanan bagi keluarganya ke Mahu Karera, Sumba Timur karena sedang menderita kelaparan. Dan sekembalinya, mereka terdampar di Pantai Teitena di Hobajangi, Desa Baliloku, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat.
Atraksi pajura diikuti para pemuda dari 14 desa di Wanokaka dan hanya beralaskan alang-alang sebagai sarung tinjunya. Atraksi tinju dimulai pukul 12.00 (00.00) malam hingga menjelang subuh di Pantai Teitena yang dipercaya sebagai tempat terdamparnya Ubbu Dulla, suami Rabbu Kabba, ketika pulang "mandara" mencari makan ke Mahu Karera, Sumba Timur. Perahu yang ditumpangi Ubbu Dulla bersaudara terhempas angin dan gelombang hingga terdampar di pantai Teitena dalam waktu cukup lama.
Lebih lanjut, ketiganya mengkisahkan, kepergian Ubbu Dulla bersaudara tanpa kabar, membawa kepedihan mendalam bagi Rabbu Kabba, istri Ubbu Dulla yang berpikir suaminya telah meninggal dunia.
Ditengah penantian itu, cinta Rabbu Kabba berpindah ke Teda Gaiparona asal Kodi . Dan Ketika Ubbu Kulla kembali ke Weiwuang tidak menemukan istrinya, Rabbu Kabba lagi.
Kisah panjang perjuangan Ubbu Dulla bersaudara mencari makan dengan mengarungi lautan luas penuh tantangan gelombang tinggi dan angin kencang hingga pencarian istrinya, Rabbu Kabba, menjadi legenda bagi masyarakat Wanokaka memeriahkannya dengan ritual dan atraksi pajura.
Bagi masyarakat Wanokaka, atraksi saling tinju hingga menyebabkan luka dan darah adalah ingin merasakan betapa besar perjuangan Ubbu Dulla bersaudara mencari makan dengan penuh tantangan berlayar melewati lautan luas dan gelombongan tinggi serta hempasan angin kencang. Masyarakat Wanokaka juga mempercayai luka dan darah pertanda membawa kesuburan tanah pertanian dan kebaikan bagi masyarakat.
Sebagaimana terjadi selama ini, atraksi pajura biasa dipadati penonton. Tua-muda ramai berdatangan ke Pantai Teitena hanya ingin menyaksikan atraksi tinju tradisional yang berlangsung diremang-remang malam tanpa cahaya lampu. Hanya benar-benar mengandalkan cahaya bulan.
Saat ini, akses transportasi masih minim. Untuk menuju Pantai Teitena, anda.harus menempuh perjalanan cukup lama dengah melintas jalanan aspal terus jalan melewati jalan setapak hingga menuruni tangga batu menuju ke bibir pantai yang berjumlah sekitar 100 anak tangga. Namun, bila menggunakan kendaraan mobil maka perjalanan lebih cepat. (Petrus piter)


