Ansy Lema Sebut DPRD Ende Harus Menangkap Spirit dan Inspirasi Bung Karno
dinamika politik di Kabupaten Ende, sehubungan dengan pengisian kursi wakil bupati Ende yang sudah setahun lebih lowong.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Ansy Lema Sebut DPRD Ende Harus Menangkap Spirit dan Inspirasi Bung Karno
POS-KUPANG.COM | ENDE - Ansy Lema anggota DPR RI menegaskan mestinya DPRD Kabupaten Ende mampu menangkap spirit dan inspirasi Ir. Soekarno atau Bung Karno, pendiri Republik ini.
Apa yang disampaikan Ansy ini menanggapi dinamika politik di Kabupaten Ende, sehubungan dengan pengisian kursi wakil bupati Ende yang sudah setahun lebih lowong.
Ansy Lema, sampaikan pernyataan melalui sebuah video yang diunggah di akun facebooknya, Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si, Selasa (3/3/2021). Dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, putra asli Ende ini, mengiyakan pernyataan tersebut diberitakan POS-KUPANG.COM.
Sebagai putra asli Ende, Ansy mengatakan, dirinya berharap agar segera akan ada wakil bupati Ende mendampingi Bupati Ende Djafar Achmad.
Ansy mengingatkan bahwa Ende sangat bersejarah bagi bangsa ini, yang mana Bung Karno menemukan ilham Pancasila di Ende, ketika menjalani massa pembuangan oleh kolonial Belanda (1934-1938).
"Ketika di Ende Bung Karno menggali nilai-nilai Pancasila, hasil bergaul dengan berbagai pihak. Dengan masyarakat lokal, dengan para haji, tokoh muslim dan juga dengan para pastor-pastor Belanda, Gereja di sana," kata Ansy.
"Mestinya DPRD Kabupaten Ende menangkap spirit Bung Karno, bahwa proses demokrasi ini berjalan dengan mengikuti jejak-jejak inspirasi Bung Karno di Ende. Menangkap apa yang menjadi kerinduan masyarakat, menangkap nilai demokrasi dan menangkap apa yang menjadi aspirasi para tokoh," ungkapnya.
Menurutnya, Bung Karno memikirkan segala hal tersebut dengan jernih, jujur, dengan etis, dengan logis dan tentu bermartabat. "Inilah berpolitik secara visioner. Visi dan nilai ini yang harus ditangkap oleh DPRD Kabupaten Ende," ungkapnya.
Namun, bagaimana sesungguhnya dinamika yang terjadi di Ende? Pembahasan di partai koalisi Marsel - Djafar, siapa yang bakal mengisi kursi wakil bupati Ende, belum rampung. Enam parpol mengusulkan Erikos Emanuel Rede (Ketua Nasdem) Ende, sementara Golkar mengusulkan dua nama yakni Hery Wadhi, Ketua Partai Golkar Ende dan Domi Mere.
Riuh pengisian kursi wakil bupati Ende kian memanas ketika parpol koalisi, minus Golkar, yang menurut Golkar, secara sepihak mengeliminasi salah satu nama yang diusulkan Golkar melalui voting dalam pertemuan koalisi, di Hotel Lancar, Kota Ende, Senin (2/3/2021).
Ansy juga menegaskan, pentingnya komunikasi politik yang harus dilakukan oleh partai Golkar untuk merangkul partai-partai koalisi lainnya.
Menurutnya, partai Golkar adalah pemimpin koalisi, maka harus berperan penting dan bersikap proaktif mengajak partai koalisi lainnya mendukung calon yang diusung partai Golkar.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, sudah terlalu lama Bupati Djafar Achmad memimpin Ende tanpa wakil. Lalu bagaimana sikap PDI Perjuangan dengan proses pengisian kursi wakil bupati?
Ansy menegaskan, sejak awal dirinya dan setidaknya seniornya, Herman Hery, punya sikap yang jelas, terkait siapa yang mengisi kursi wakil bupati Ende.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/yohanis-fransiskus-lema-ansy-lema.jpg)