Senin, 4 Mei 2026

Parodi Situasi

Parodi Situasi 28 Februari 2021 Hanya Pesta Kecil Bupati

Mari membaca Parodi Situasi Minggu 28 Februari 2021 Hanya Pesta Kecil Bupati

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Mari membaca Parodi Situasi Minggu 28 Februari 2021 Hanya Pesta Kecil Bupati

POS-KUPANG.COM - Jangan ada pesta! Jangan ada kumpul-kumpul untuk bersyukur! Jangan ada ramai-ramai apalagi duduk-duduk bercengkerama dalam waktu lama. Jangan ada minum-minum dan makan-makan. Ada covid mengintai.
***
"Tidak ada pesta!" Jaki langsung tangkis.
"Bupati hanya pesta kecil," Rara juga ikut tangkis. Sejak awal covid datang unjuk giginya, Rara yang paling getol menentang. Tidak peduli covid, tidak peduli bahwa covid benar-benar nyata. Bagi Rara yang penting adalah tujuannya untuk pesta tercapai. Tidak ada alasan apa pun untuk tidak pesta. Bagi Rara pesta adalah harus. Karena itulah dia meyakinkan berkali-kali bahwa tidak ada pesta.

Raisa: Suka Disney

"Bupati hanya pesta kecil saja," katanya sekali lagi. "Tidak ada pesta. Hanya duduk-duduk satu atau dua orang, sekedar syukuran paslon dukungan kita sudah jadi orang, jadi bupati. Jadi ya tidak apa-apa kalau sedikit pesta dengan lima atau enam orang bukan masalah. Namanya juga bersyukur tidak ada cara lain toh selain pesta makan-makan dengan sembilan sepuluh orang."

"Tidak perlu kuatir berlebihan," sambung Jaki lagi. "Namanya juga bersyukur pasti tidak bisa ditunda. Kita ini perlu arena penampilan untuk makan-makan dan minum-minum sebelas atau lima belas orang tidak masalah. Yang penting pakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan terus menerus, hindari kerumunan dan apalagi."

BKH Bantu Obat-obatan di Manggarai Barat

"Oh ya pesta kecil saja!" keduanya meyakinkan berkali-kali. "Bagaimana dengan Benza? Buat pesta juga kah? Kapan? Syukurlah kita pesta sambung-menyambung."
***
Ternyata tidak ada pesta yang dibuat Benza bupati terpilih yang baru saja dilantik gubernur. Syukuran pasti! Akan tetapi hanya dibuat dengan sederhana dalam keluarga kecil.

Selebihnya Benza meminta kepada tim sukses yang mengatur syukuran antara lain membawa makanan ke panti asuhan, panti jompo, dan membagi-bagi sembako kepada keluarga yang terkena PHK akibat covid 19 yang masih merangsek kian kemari.

Benza bersama pasangan bupati terpilih lainnya dilantik, Jumat 26 Februari 2021 dua hari yang lalu. Masih jelas dalam ingatannya setiap kata-kata yang diucapkannya. Bahkan dia pun gemetar menyadari beratnya tanggung jawab yang mesti disandangnya sebagai orang yang menang dalam pemilihan.

"Saya berjanji bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja, dari siapa pun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa dia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya."

"Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Bupati dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa. Semoga Tuhan menolong saya"

"Bagaimana Bapak Benza.apakah kita bikin pesta syukuran sederhana?" Jaki dan Rara mengajukan pertanyaan dengan harap-harap cemas karena wajah Benza yang tenang dan menatap sahabat-sahabatnya dengan tenang pula.

"Bupati hanya pesta kecil saja!" Jaki dan Rara berbicara hampir bersamaan.
***
"Tidak ada pesta!" kata Benza dengan tenang. "Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kalian sahabatku bisa ikut ambil bagian dalam syukuran bersama anak-anak yatim, para jompo, dan keluarga-keluarga yang kena PHK, juga keluarga yang kehilangan orang terkasih akibat covidd 19. Kita bertiga bisa bersama-sama ke rumah Nona Mia besok pagi."
"Waduh! Tidak ada pesta syukur!"

"Tetap besyukur!" kata Benza. "Saya baru dilantik jadi bupati. Masalah besar di hadapan saya adalah pendemi covid yang masih mewabah di daerah kita. Kita sama-sama tahu bahwa dalam dua bulan terakhir ini kematian datang silih berganti.

Mendung duka datang ke rumah keluarga, sabahat kenalan, dan orang-orang yang kita kenal baik, dan orang-orang yang kita cintai. Saya harus bisa terjun langsung mengatasi wabah ini. Mulai sekarang juga. Saya tidak bisa mulai dengan pesta karena protokol kesehatan covid sudah jelas-jelas memberi tanda."

"Pesta kecil-kecil saja Pak Benza! Dengan lima atau enam orang, tujuh, sembilan, dua belas sampai dua puluh atau tiga puluh, ya seratusan atau tidak sampai seratus! Jaga gengsi Pak Bupati," Jaki masih berupaya meyakinkan Benza.

"Masalah kesejahteraan sosial di hadapan mata. Covid sudah mengganggu aspek ekonomi dan kehidupan sosial. Itu yang harus segera saya tangani."
***
"Mari kita ke rumah Nona Mia sekarang," ajak Pak Benza bupati terpilih. "Kunjungi saja dengan tetap masker, cuci tangan, jaga jarak. Nona Mia pasti mengerti bahwa kita tidak bisa duduk lama-lama di rumahnya. Tujuan kita hanya saya datang untuk menyatakan belasungkawa. Perhatian kita akan sangat berarti. Bantuan apa yang perlu kita berikan kepada Nona Mia dan semua keluarga korban, itu yang akan saya putuskan dalam dua hari ke depan!"

"Ayoh, mari kita ke rumah Nona Mia sekarang." ajak Pak Benza.
"Tidak ada pesta kah Pak Bupati?" tanya Jaki dan Rara. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved