Breaking News
Minggu, 26 April 2026

Hindari Pecah Kongsi Gubernur Lantik Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Hindari Pecah Kongsi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Lantik Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, Rm Marthin Chen 

Hindari Pecah Kongsi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Lantik Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Masyarakat lima kabupaten menaruh harapan besar kepada bupati dan wakil bupati terpilih. Selain segera merealisasi janji kampanye dan penanganan Covid-19, masyarakat tidak menginginkan pecah kongsi. Kekompakan pemimpin menentukan kesuksesan pembangunan daerah.

Harapan ini disampaikan sejumlah tokoh agama dan masyarakat terkait pelantikan lima bupati dan wakil bupati terpilih oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat hari ini, Jumat (26/2/2021). Acara pelantikan berlangsung secara tatap muka di Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati 7 Perwakilan Setiap Daerah

Lima bupati dan wakil bupati terpilih yang dilantik adalah, Bupati dan Wakil Bupati terpilih TTU Juandi David-Eusabius Binsasi, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Sumba Timur Khristofel Praing-David Melo Wadu, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Manggarai Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Ngada, Andreas Paru-Raymundus Bena serta Bupati dan Wakil Bupati terpilih Manggarai Barat, Edistasius Endi-Yulianus Weng.

Drektur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Rm Marthin Chen Pr, mengatakan, tantangan klasik bagi bupati dan wakil bupati adalah kemiskinan. Banyak masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi geografis dan topografis yang sulit mengakibatkan daerah kekurangan air dan sering ditimpa bencana. Ini yang memperparah kemiskinan.

Edi-Weng Sinergikan Pariwisata-Pertanian

"Selain itu, kekentalan ikatan adat dan suku. Hal ini tampak dalam pesta adat serta ikatan primordial dalam proses politik. Hal ini merusak ekonomi dan kohesi sosial. Tingkat pendidikan yang rendah dan kurang bermutunya lembaga pendidikan berdampak pada SDM yang lemah. Birokrasi yang kurang berkompeten dan berintegritas. Terlalu banyak PNS dan tenaga kontrak dengan kerja kurang jelas dimana disiplin dan etos kerja lemah," kata Romo Marthin, Kamis (25/2/2021).

Apa perlu diprioritaskan 100 hari pertama, Romo Marthin mengatakan, 100 hari waktu yang singkat tapi pemicu dan pemberi orientasi. Program pertama adalah pembaruan/reformasi birokrasi. Selain itu, satu dua program kunci dalam visi misi kampanye mulai dijalankan.

Pendeta Gereja GMIT Imanuel Ruteng, Pdt Siswaty Tabun-Seran, STh mengatakan,
Bupati dan Wakil Bupati Manggarai memiliki tantangan. Pertama adalah pandemi Covid-19. Ia berharap penanganan pandemi Covid-19 lebih baik lagi demi memutuskan mata rantai penularan, salah satunya meringankan biaya Rapid Antigen.
"Karena kita lihat sekarang, masyarakat mau pergi kemana-mana harus rapid test, tapi biaya rapid masih melambung tinggi," ucapnya.

Mengenai program 100 hari kerja, Pendeta Siswaty, harus diaktifkan kembali kegiatan-kegiatan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) demi menjaga kerukunan umat beragama.

Pendeta Siswaty berharap bupati dan wakil bupati tetap akur. Keduanya merupakan tim yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tetapi tetap bergandengan tangan sehingga semua program yang diimpikan dapat terwujud.

Ketua MUI Kabupaten Manggarai, Haji Amir Faisal Kelilauw menyampaikan proficiat kepada Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut yang dilantik menjadi bupati dan wakil bupati.

Ia mengatakan, dibutuhkan kerja-kerja nyata. "Saya pikir beliau berdua (Hery-Heri, Red) sudah punya program lewat visi dan misi pada saat kampanye waktu yang lalu semoga bisa dieksekusi nanti lewat program mereka."

Menurut Haji Amir, apa yang menjadi skala prioritas pembangunan yang ditinggalkan oleh bupati dan wakil bupati sebelumnya agar dievaluasi. Jika hal yang urgen bisa dilanjutkan atau diteruskan.

"Semoga terus bekerja sama dengan semua pihak baik masyarakat, mitra-mitra termasuk juga dari kalangan lembaga agama dalam menggalang persatuan dan kesatuan di Manggarai supaya program kerja dari mereka berdua bisa berjalan dengan baik," imbuh Haji Amir.

Ia berharap bupati dan wakil bupati tetap kerja sama. "Itu sangat penting. Tidak mungkin tanpa kerja sama yang semua harapan dan cita-cita itu bisa terwujud dengan baik. Ini harus digalang harus ada kerja sama yang baik dan harmonis, saling mendukung. Sehingga mudah-mudahan 5 tahun ke depan ini harapanya kerja sama yang harmonis antara bupati dan wakil bupati sehingga tugas yang dihadapi akan lebih ringan," ujarnya.

Menurut Haji Amir, hal yang paling penting dilaksanakan yakni terkait penanganan pandemi Covid-19. Bupati dan wakil bupati memberikan fokus perhatian secara khusus dari segala aspek terutama kinerja Satgas Covid-19 dalam percepatan penanganan Covid-19 sehingga segera berakhir.

Ketua MUI Kabupaten Ngada, Haji Surachman Wiriyo Sumarto berharap Bupati dan Wakil Bupati Ngada, Andreas Paru-Raymundus Bena menjalankan tugas dengan baik dan benar.

Ia juga berharap bupati dan wakil bupati tetap bersinergi, termasuk dengan semua elemen masyarakat. "Tidak pandang bulu. Semoga apa yang diinginkan dan dicita-citakan mendapat kemudahan dari Tuhan, sehingga bisa melanjutkan proses pembangunan di Ngada ini dengan baik," ujarnya.

Terpisah, Ketua Badan Pelaksana Majelis Sinode (BPMS) Gereja Kristen Sumba (GKS), Pdt Alfred Dj Samani berharap Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur membawa masyarakat menjadi sejahtera.

"Masyarakat Sumba Timur bersyukur karena proses Pilkada telah berjalan aman dan selesai serta menghasilkan pemimpin baru. Kita berharap bupati dan wakil bupati memimpin Sumba Timur dan membawa masyarakat lebih sejahtera. Saya pikir kesejahteraan itu termasuk juga penanganan Covid-19," kata Pendeta Alfred di Waingapu, Kamis kemarin.

Ketua RT 3A Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Ahmad Hasan berharap duet kepemimpinan Khristofel Praing-David Melo Wadu memperhatikan warga yang hidup di pesisir pantai, termasuk yang menempati daerah pinggiran kota. "Kami kebanyakan hanya hidup dari nelayan namun dengan banyak keterbatasan," ujarnya.

Ia mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur yang baru harus membawa perubahan. "Perubahan ini termasuk perhatikan masyarakat di pinggiran dan membuka lapangan pekerjaan," katanya. (rob/mm/yel)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved