Korupsi Bansos di Kemensos
Nama Politisi PDIP, Ihsan Yunus Terseret Kasus Suap Bansos Covid-19, JPU Bongkar Peran Sang Operator
JPU Bongkar Peran Yogas, Operator Politikus PDIP Ihsan Yunus dalam Kasus Suap Bansos Covid-19
Nama Politisi PDIP, Ihsan Yunus Terseret Kasus Suap Bansos Covid-19, JPU Bongkar Peran Sang Operator
POS-KUPANG.COM, JAKARTA -Kasus korupsi Dana Bansos Covid-19 di Kemensos menyeret nama politikus PDIP, Ihsan Yunus.
Nama Ihsan Yunus muncul setelah Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar peran Agustri Yogasmara alias Yogas, sosok yang disebut operator politikus PDIP Ihsan Yunus, dalam perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19.
Peran Yogas dibongkar dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/2/2021).
Sidang perdana kasus bansos ini beragendakan pembacaan dakwaan bagi dua penyuap eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke.
Dalam dakwaan, jaksa KPK menyatakan Harry menemui Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar mendapatkan proyek bansos sembako di Kemensos.
Harry lantas dikenalkan kepada Yogas oleh Matheus sebagai pemilik kuota paket bansos sembako yang akan dikerjakan Harry.
Beberapa hari kemudian usai perkenalan, Yogas dan Harry kembali bertemu di kantor Kemensos di Jalan Salemba Raya, Jakarta Timur guna membahas fee proyek tersebut.
"Pada pertemuan tersebut Agustri Yogasmara menyampaikan kepada Terdakwa bahwa atas pekerjaan yang akan Terdakwa kerjakan tersebut, Agustri Yogasmara meminta uang fee. Atas penyampaian tersebut, Terdakwa menyanggupinya," demikian bunyi surat dakwaan.
Terkait bansos, eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang juga tersangka dalam perkara ini mengeluarkan keputusan pada 16 April 2020.
Juliari memutuskan bahwa Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos menjadi penanggung jawab pelaksanaan bansos sembako di wilayah Jabodetabek.
Pagu anggarannya sebesar Rp6,8 triliun dibagi dalam 12 tahap kurun April-November 2020.
Setiap tahap berjumlah 1,9 juta paket, sehingga totalnya 22,8 juta paket.
Juliari Batubara disebut sudah mengarahkan anak buahnya, Matheus Joko dan Adi Wahyono, untuk mengumpulkan komitmen fee sebesar Rp 10 ribu per paket, serta uang fee operasional dari para vendor.
Nama Yogas kembali muncul saat tahap 7 penyaluran bansos atau pada bulan Juli 2020.