Rabu, 27 Mei 2026

Museum Daerah NTT Ditargetkan Jadi Wisata Historis Budaya

Kemudian program belajar bersama di Museum dan seminar tentang budaya juga tak bisa berjalan akibat pandemi Covid-19.

Tayang:
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Wenseslaus Gampur, Kepala Seksi Edukasi dan Publikasi Museum Daerah NTT, Rabu (24/2).   

Museum Daerah NTT Ditargetkan Jadi Wisata Historis Budaya

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Museum Daerah Provinsi NTT ditargetkan untuk dijadikan wisata historis budaya Nusa Tenggara Timur.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Edukasi dan Publikasi Museum Daerah NTT, Wenseslaus Gampur, saat ditemui POS-KUPANG.COM, di ruang kerjanya, Rabu (24/2).

Ia mengatakan, tercatat sebanyak 7.451 benda-benda  bernilai sejarah dari daerah NTT yang ada di Museum tersebut.

"Kami ingin jadikan Museum ini sebagai NTT mini. Artinya ketika orang-orang datang berkunjung ingin tahu tentang Provinsi NTT bisa datang ke Museum yang beralamat di Jalan Frans Seda, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Ini juga sebagai daya tarik wisata," ujarnya

Terdapat program-program yang ingin dijalankan yakni Museum Masuk Sekolah. Namun, program ini tak bisa berjalan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Kemudian program belajar bersama di Museum dan seminar tentang budaya juga tak bisa berjalan akibat pandemi Covid-19.

"Salah satu peran dari Museum ini bagaimana menanamkan nilai-nilai karakter dan cinta budaya sebagai warisan leluhur," ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Wenseslaus, ingin menjadikan museum ini sebagai objek wisata, dimana ketika orang berkeinginan untuk kenal dan tahu tentang NTT bisa datang ke Museum. Pasalnya wilayah NTT kaya akan ragam budaya yang memiliki daya tarik tersendiri untuk wisatawan datang ke NTT. 

"Rencananya kami akan buat Master Plan untuk merancang Museum ini bagaimana dapat mewujudkan Museum sebagai objek wisata NTT mini," jelasnya 

Wenseslaus menambahkan bahwa, akan menata 7.451 benda-benda bernilai sejarah dengan tujuan dapat menjadi daya tarik. Selain itu, setiap benda sejarah tersebut harus dinarasikan secara baik tentang historis  melalui sebuah kajian yang mendalam terhadap sebuah objek dari benda bernilai historis dari setiap daerah di NTT.

Waspada Tinggi Gelombang Laut di Selat Sumba Bagian Barat

Deteksi Dini, Satgas Akan Lakukan Rapid Antigen Seluruh Karyawan Pancaran Mart & Toko Widi Borong

Polisi Ringkus Pelaku Penipuan 12 Sopir di Kamar Kontrakan

Diduga karena Radiasi Smartphone Bocah 12 Tahun Ini Tewas, Dokter Sebut Alami Gangguan Syaraf

"Museum juga harus menjadi perpustakaan mini tentang budaya. Museum menjadi corong untuk mengeksplor tentang budaya, termasuk bahasa daerah NTT. Kita tahu bersama bahwa NTT sangat ragam bahasa," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved