Breaking News:

Di Sumba Timur, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Rp 15 M Lebih Untuk JHT

BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur telah mencairkan Rp 876 juta atau hampir satu miliar.

POS-KUPANG.COM/OBY MEWANMERU
Haryanjas Pasang Kamase 

Di Sumba Timur , BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Rp 15 M Lebih Untuk JHT

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- BPJS Ketenagakerjaan/BPJamsostek Sumba Timur mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) pada tahun 2020 lalu sekitar Rp 15 miliar (M) lebih. Dana ini turut menggerakkan roda perekonomian di wilayah setempat.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan/ BPJAMSOSTEK Sumba Timur, Waingapu, Haryanjas Pasang Kamase kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Menurut Anjas, sapaan Haryanjas, BPJS Ketenagakerjaan sudah berkontribusi terhadap perputaran ekonomi di Kabupaten Sumba Timur

"Jadi untuk tahun lalu kita cairkan Jaminan Hari Tua (JHT) sekitar Rp 15 miliar lebih. Uang ini pasti berputar di Sumba Timur," kata Anjas.

Anjas yang juga sebagai Ketua SPSI Bali Nusra dan Papua ini menjelaskan, uang yang itu dicairkan di Sumba Timur dan berarti otomatis uang itu juga tengah berputar di Sumba Timur.

Sedangkan untuk Jaminan Kematian , BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur telah mencairkan Rp 876 juta atau hampir satu miliar.

"Untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dana yang dicairkan Rp 205.298.000 dan Jaminan Pensiun (JP) Rp 122.816.410, sehingga total keseluruhan semua bisa Rp 16 miliar lebih.

"Seharusnya jaminan kecelakaan kerja harusnya lebih besar, tapi di tahun lalu hanya sekitar Rp 205.298.000," katanya.

Dikatakan, apabila informasi tersebut tidak disampaikan maka bisa saja masyarakat tidak mengetahui kontribusi BPJS Ketenagakerjaan di Sumba Timur.

Anjas juga mengatakan, yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama ini adalah penerima upah formal.

"Saat ini yang menjadi pekerjaan besar adalah bagi pekerja yang bukan penerima upah atau informal, karena merekalah yang sebenarnya miliki risiko tinggi adalah mereka," katanya.

Dia mencontohkan nelayan, petani, tukang ojek yang harus diperhatikan agar bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ditanyai soal syarat untuk mendaftar, dia mengatakan bahwa cukup membawa KTP sudah bisa didaftar.

Buruh Pelabuhan Lewoleba Bayar Sewa Gedung Rp 12 Juta Per Bulan

Keluarga Orient: Jangan Keluarkan Statement yang Meresahkan

"Siapa saja yang bekerja bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan asalkan pekerjaannya tidak bertentangan dengan aturan hukum," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved