Penanganan Covid
25 Karyawan Terpapar Covid-19, Satgas Manggarai Minta Pemilik Toko RDT-Ag Rutin Karyawan
Sebanyak 25 karyawan terpapar Covid-19, Satgas Manggarai minta Pemilik Toko RDT-Ag rutin Karyawan
Sebanyak 25 karyawan terpapar Covid-19, Satgas Manggarai minta Pemilik Toko RDT-Ag rutin Karyawan
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Mengingat sudah terjadi kasus 25 orang karyawan yang bekerja di tiga unit usaha yakni Toko Karya Ruteng, CV. Panca Abadi Nusantara, dan CV Indomukti Perkasa terpapar Covid-19, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, meminta kepada seluruh pemilik toko di Kabupaten Manggarai untuk secara rutin melakukan RDT-Ag kepada karyawannya.
"Sehubungan dengan terpaparnya 25 orang karyawan karena Covid-19, Satgas Covid-19 menghimbau kepada seluruh pemilik toko dan Usaha yang mempekerjakan karyawan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai untuk melakukan RDT-Ag secara rutin kepada seluruh karyawan baik yang bekerja di toko/tempat usaha maupun di rumah kediaman pemilik,"Ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa, kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).
• Apa itu Hak Paten? Ini Penjelasan dari Kemenkumham NTT
Lody juga mengatakan, demi memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat, Satgas telah mengantongi daftar nama-nama beserta alamat masing-masing dari 25 orang karyawan tersebut untuk dilakukan penanganan kesehatan sekaligus mempermudah proses pelacakan kontak erat.
Selain itu, Satgas Covid-19 juga meminta kepada seluruh warga masyarakat Manggarai yang seminggu terakhir pernah berbelanja atau pernah kontak erat dengan 25 orang karyawan yang terkonfirmasi Positif Covid-19, diminta untuk segera melaporkan diri kepada Satgas Covid-19 (Fasilitas Kesehatan terdekat) atau bisa juga melakukan Rapid Test Antigen secara mandiri. Wajib menerapkan protokol kesehatan, isolasi mandiri dan batasi aktvitas.
• Warga Binaan Rutan SoE Meninggal Dunia Usai Hasil Swab Antigennya Positif
Lody juga mengatakan, kasus ini diketahui berawal dari beberapa karyawan yang bekerja di tiga unit usaha, menjalani pemeriksaan RDT-Ag secara mandiri dengan hasil pemeriksaan terkonfirmasi Positif Covid-19
Dijelaskan Lody, dari total 36 orang karyawan yang telah melakukan Rapid Test Antigen, 25 orang karyawan terkonfirmasi positif Covid-19, dan 11 orang karyawan lainnya dinyatakan negatif Covid-19. Ke-25 orang karyawan ini kemudian diminta untuk menjalankan isolasi mandiri di tempat tinggalnya masing-masing.
Lody mengatakan, berdasarkan penyampaian dari, Vinsen, pemilik ketiga Unit Usaha itu, kasus ini bermula saat sejumlah karyawan yang bekerja di tiga tempat usahanya tidak masuk kerja karena alasan sakit.
"Tiga hari sebelum permintaan swab Rapid Test Antigen dilakukan, terdapat 2 orang karyawan yang menetap di rumah dan 6 karyawan yang menetap di luar tidak masuk kerja karena mengeluh sakit, dengan gejala semua badan terasa sakit, sakit kepala, batuk, flu dan demam. Hari berikutnya, 10 orang karyawan juga tidak masuk kerja lagi,"ungkap Lody mengutip penyampaian Vinsen.
Karena curiga dengan situasi tersebut, kata Lody, Vinsen, mengambil keputusan dengan meminta seluruh karyawan yang berjumlah 36 orang melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen dengan seluruh biaya pemeriksaan ditanggung oleh perusahaan.
"Dari hasil pemeriksaan Rapid Test yang telah dilakukan di Tempat dokter praktek/klinik Swasta , 25 orang karyawan terkonfirmasi positif Covid-19. Seluruh karyawan yang hasil Rapid Test Antigen Positif Covid-19 langsung diberikan obat, vitamin serta mendapatkan Edukasi Kesehatan dan diminta untuk melaksanakan isolasi/karantina mandiri selama 14 hari dan setelah dinyatakan sehat oleh Tim Medis baru bisa melanjutkan kerja kembali,"ungkap Lody mengutip penjelasan Vinsen.
Terkait penanganan, jelas Lody, ke-25 orang karyawan telah menjalankan isolasi secara mandiri dan dipantau kesehatannya oleh Satgas Covid-19 (Tim Kesehatan). Sedangkan terkait aktivitas usaha, pemilik usaha yakni Vinsen bersedia menutup sementara selama sepekan semua aktivitas di tempat usahanya untuk dilakukan disinfeksi.
Kata Lody, belum bisa dipastikan sumber awal penularan Covid-19 yang terjadi di ketiga tempat usaha milik Vinsen, Satgas Covid-19 masih melakukan penelusuran terkait sumber penularan. Menurut pengakuan Vinsen, sejauh ini perusahaannya sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat sesuai himbaun dan instruksi pemerintah yang disampaikan oleh pemerintah.
"Setiap pagi, karyawan yang masuk kerja sebelum masuk toko diwajibkan cuci tangan, ukur suhu badan, tangan disemprot alkohol atau handsanitizer, wajib pakai masker. Semua pembeli yang mau masuk juga diperlakukan sama,"ucap Lody mengutip penyampaian Vinsen.
Lebih Lanjut Lody mengatakan, mengingat laju angka kesakitan dan angka kematian akibat Covid-19 yang terus mengalami peningkatan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai meminta dukungan dan kerja sama seluruh warga masyarakat untuk bekerja bersama dan sama-sama bekerja menghentikan mata rantai penularan dengan wajib mematuhi setiap protokol Kesehatan.
Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/8-warga-manggarai-positif-covid-19-hasil-rt-pcr-dan-tcm-meninggal-dunia.jpg)