Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 22 Februari 2021: Menggembalakan Kawanan Domba Sesuai Kehendak Allah

Gereja Katolik merayakan Pesta Takhta St. Petrus setiap tanggal 22 Februari dalam tahun,

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Senin 22 Februari 2021: Menggembalakan Kawanan Domba Sesuai Kehendak Allah

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Gereja Katolik merayakan Pesta Takhta St. Petrus setiap tanggal 22 Februari dalam tahun, untuk memaknai dan terus merefleksikan bahwa Takhta St. Petrus berkaitan erat dengan kepercayaan dan kekuasaan yang Tuhan berikan kepada Santo Petrus untuk menggembalakan Gereja sebagai persekutuan umat beriman, dengan hati yang penuh kasih, sukacita, sukarela dan pengabdian sesuai dengan kehendak Allah.

Takhta Santo Petrus dalam Gereja Katolik berdayaguna untuk mempersatukan umat Kristinai dan bukan untuk menguasai apalagi memecahbelah.

Sebagamana tertulis,”Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Sehingga apabila Gembala Agung datang, maka kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu” ( 1 Petrus 5 : 2-4 ).

Santo Petrus dipilih dan dipercayakan Yesus menjadi pemimpin gereja Kristus di dunia dengan spirit cinta kasih Tuhan sendiri.

Petrus dipanggil dari nelayan menjadi pelayan. Dari penjala ikan menjadi penjala manusia, dari seorang penakut untuk menjadi pemberani yang tampil memberikan kesaksian tetang Kristus yang menderita sengsara, wafat dan bangkit dari antara orang mati.

Petrus dipercayakan Yesus sebagai pemimpin Umat Allah setelah mendalami isi hati dan karakter dirinya. Ketika para murid dihadapkan dengan pertanyaan penting: “Menurut kamu, siapakah Aku?

Petrus secara spesifik menjawab dengan penuh iman demikian, ”Engkaulah Mesias Anak Allah yang hidup” ( Matius 16 :16).

Pengakuan Petrus kepada Yesus sebagai Putera Allah, dilihat sebagai pernyataan iman yang mendalam.

Karena itu Yesus bersabda kepadanya, ”Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang mengatakan ini kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu; Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang Kauikat di dunia akan terikat di surga dan apa yang Kaulepaskan di dunia akan terlepas di surga” ( Matius 16:17-19).

Takhta yang dipahami dunia dengan kekuasaan direfleksikan secara berbeda sebagai kepercayaan untuk menggembalakan umat Allah dengan semangat Kristus sendiri yang mengayomi, mempersatukan dan merawat kebersamaan sebagai saudara-saudari seiman di dalam cinta kasih Kristus. Salve.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved