Breaking News:

Guru yang Pukul Murid Pakai Obeng Dipolisikan Orangtua

Oknum guru honorer di Lembata yang memukul murid menggunakan pegangan obeng dipolisikan orangtua

POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Ibu kandung AOW yakni Angelina Nole saat memberikan keterangan kepada wartawan, di rumah kerabatnya di Lusikawak, Lewoleba, Jumat (19/2/2021) 

Oknum guru honorer di Lembata yang memukul murid menggunakan pegangan obeng dipolisikan orangtua

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Siswa kelas 3 SD Inpres Mudalerek, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata berinisial AOW (8) mengalami benjol di kepala setelah dipukul dengan pegangan obeng oleh AI (37) oknum guru honorer di sekolah tersebut. 

Perbuatan oknum guru ini berujung di Kantor Polres Lembata. Ibu kandung AOW yakni Angelina Nole sudah melapor masalah ini di Unit PPA Polres Lembata.

Pria di Kupang Tega Cabuli Bocah 1 Tahun

Angina menjelaskan, kejadian ini bermula saat AOW dan rekan-rekannya belajar di rumah guru tersebut pada Selasa (16/02) pagi. Saat sedang belajar, korban tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru tersebut sehingga pegangan obeng mendarat di kepala Korban.

“Saya juga baru ditelpon hari Rabu malam (17/02), kalau anak saya dipukul. Kebetulan saya sedang jaga rumah keluarga di Lewoleba sehingga Kamis pagi saya ke kampung dan langsung visum di Puskesmas Waiknuit, lalu saya melapor ke Pospol Atadei dan dilanjutkan ke Polres”, tutur Angelina ditemui di Lusikawak, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Jumat (19/2/2021).

Di Lewa, Sumba Timur Ada Gempa Bumi 3.2 SR 

Dijelaskannya, kejadian ini bukan kali pertama dialami anaknya. Angelina menyatakan, anaknya pernah mengalami kekerasan yang sama dari oknum guru tersebut pada pertengahan 2020 lalu.

“Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya juga guru yang sama pukul anak saya dengan bambu di kepala pada pertengahan tahun 2020", terang Angelina dengan nada kesal.

Kasat Reskrim Polres Lembata, Komang Sukamara, kepada wartawan, Jumat (19/2) siang, membenarkan adanya laporan mengenai masalah ini.

Katanya, kejadian ini terjadi pada hari Selasa, 16 Februari 2021. Korban dipanggil oleh guru mata pelajaran matematika untuk melakukan belajar mengajar di rumah. Pada saat dilaksanakan pembelajaran di rumah, guru tersebut memberikan soal kepada tujuh orang siswa yang salah satunya adalah AOW. 
"Karena tanya berulang-ulang, tidak bisa jawab maka sang guru emosional dan ambil obeng pukul di kepala korban dan luka di bagian kepala", terangnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved