Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, 18 Februari 2021: Apa Gunanya Memperoleh Seluruh Dunia, Tapi Merugikan Diri
Selama masa puasa kita banyak merenung tentang makna Salib. Bagi orang Yunani, Yahudi dan Romawi salib adalah lambang kehinaan.
Renungan Harian Katolik, Kamis 18 Februari 2021: Apa Gunanya Memperoleh Seluruh Dunia, Tapi Merugikan Diri? (Lukas 9: 22 - 25)
Oleh: RD. Ambros Ladjar
POS-KUPANG.COM - Selama masa puasa kita banyak merenung tentang makna Salib. Bagi orang Yunani, Yahudi dan Romawi salib adalah lambang kehinaan.
Jauh sebelum Yesus lahir, orang Romawi sudah praktekkan hukum penyaliban yang paling keji. Tradisi ini pun dibawa masuk ke daerah jajahan Romawi, termasuk Israel.
Orang yang disalibkan sudah diatur supaya lama menderita baru meninggal. Hal yang sama dialami Yesus pada masa pemerintahan Pontius Pilatus.
Sejak itu Salib mulai dikenal pengikut Kristus. Salib bagi mereka menjadi lambang keselamatan. Sebab Yesus rela digantung di Salib demi penebusan dosa manusia.
Yesus kemukakan dalam Injil syarat bagaimana menjadi murid-Nya. Ketiga tuntutan utama bagi para pengikut Yesus yakni:
1) harus mengingkari, menyangkal diri dengan mematikan kecenderungan pribadi.
2) memikul Salib setiap hari. Artinya menanggung segala beban yang tak boleh dihindari.
3) mengikuti Yesus, sebuah proses pemurnian terus menerus.
Syarat ini berisiko. Sebab akan hadapi perilaku dunia yang tak bersahabat. Akan dibenci, dicemo'oh, ditolak & dijauhkan.
Inilah kenyataan yang sulit dihindari jika kita ikuti teladan Yesus Sang Guru. Lagi pula jikalau kita berseberangan dengan kepentingan dunia. Yesus tetap tuntut keberpihakan sikap kita atas kebaikan, kejujuran dan kebenaran.
Sesungguhnya mengikuti Yesus mungkin tak ada hal yang luar biasa. Sebab Yesus tak janjikan bagi kita zona nyaman. Ia tak pernah janji kan peluang usaha. Juga mungkin saja kita pernah berpikir, lha untuk apa mengikuti Yesus?
Pada diri Yesus ada keutamaan yang tak dimiliki pemimpin mana pun. Ia tak cuma menjadi Tuhan & Guru yang mengajar, tapi juga mewujudkan ajaran-Nya. Mereka yang tak konsisten dengan pilihan, akhirnya kecewa lantaran gelap arah hidupnya.
Juga banyak yang sudah ikut, tapi impiannya tak terwujud, maka akhirnya hilang tak berbekas. Bila smua orang berlaku demikian, sesungguhnya mereka tak sadari inti imannya. Jikalau Yesus sudah memanggil kita, maka Ia pun akan memampukan kita.
Selamat pagi dan selamat menjalani masa puasa 2021 buat para sahabat dan segenap keluarga semua. Semoga diberikan Tuhan kesehatan, keberuntungan, kesuksesan dan kebahagiaan di sepanjang 40 hari puasa ini. Tetap menjaga Protokol Kesehatan. Tuhan memberkati kita. Amin.*
Simak juga video renungan harian katolik berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-ambros-ladjar_01.jpg)