Breaking News:

Lengkapi P19, Penyidik Kirim Berkas 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS

landscape kantor bupati TTS dan Hing Fallo, selaku mantan KTU, bagian umum Setda TTS dilimpahkan ke Jaksa Kejari TTS.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
PK/Dion Kota
Kapolres TTS AKBP Andre Librian, S.IK 

Usai Lengkapi P19, Penyidik Kirim Berkas dua tersangka Kasus Dugaan Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS

POS-KUPANG. COM | SOE -- Kapolres TTS, AKBP Andre Librian, S.IK mengatakan, penyidik telah melengkapi petunjuk jaksa (P19) sehingga berkas dua tersangka dugaan korupsi landscape kantor bupati TTS, Erik Ataupah selaku konsultan pengawas pembangunan landscape kantor bupati TTS dan Hing Fallo, selaku mantan KTU, bagian umum Setda TTS dilimpahkan ke Jaksa Kejari TTS.

Jika nantinya berkas tersebut oleh jaksa dinyatakan lengkap atau P21, maka akan dilanjutkan dengan tahap II.

"Untuk berkas dua tersangka kasus dugaan korupsi Landscape Kantor Bupati TTS sudah kita kirim ke jaksa usai melengkapi P19," ungkap Andre kepada Pos-Kupang.Com, Kamis (18/2/2021).

Untuk diketahui pembangunan landscape kantor bupati TTS yang menelan anggaran Rp 3.484.679.000,00 terindikasi kasus korupsi.

Berdasarkan perhitungan BPKP NTT  kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp. 548.931.408. penyidik Polres TTS menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tersebut yaitu, Juarin, Fredik Oematan, Erik Ataupah dan Hing Fallo. 

Ketua DPRD TTS, Marcy Mbau mendukung penuh menuntasan kasus dugaan korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS. Dirinya mengatakan, kasus tersebut selama ini menjadi atensi masyarakat Kabupaten TTS. Dirinya berharap berharap kasus tersebut bisa segera dituntaskan dan kerugian negara bisa dikembalikan.

" Kami dari DPRD TTS mendukung penuh menuntasan kasus tersebut. Kami berharap kasus tersebut bisa segera tuntas," ujarnya 

Diberitakan sebelumnya, Kejari TTS telah menerima salinan putusan banding untuk dua terdakwa kasus korupsi pembangunan landscape kantor bupati TTS, Juarin dan Fredik Oematan dari Pengadilan Tinggi (PT) Kupang.

Dalam putusannya, hakim PT Kupang menaikan putusan hukuman untuk tersangka Juarin dari 3 tahun menjadi 4 tahun penjara dengan denda 50 juta subsider 1 bulan kurungan penjara dan uang pengganti sebesar Rp. 215.442.603.

Pemkab Sikka Dapat Bantuan 1 Unit Flexible Tank dari BPBD Provinsi NTT

Disnak Kabupaten Sumba Timur Turunkan Tim Pantau ASF

Sedangkan untuk terdakwa Ferdik Oematan putusan PT tetap sama seperti putusan di tingkat Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kupang yaitu, divonis 2 tahun penjara dan denda 50 juta subsider 1 bulan kurungan penjara.(Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved