Breaking News:

Gugatan Paslon SBS-WT Lolos ke Sidang Pokok Perkara di Mahkamah Konstitusi

Pilkada Malaka 2020 lolos ke sidang pemeriksaan lanjutan atau pokok perkara di Mahkamah Konstitusi (MK).

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Gugatan Paslon SBS-WT Lolos ke Sidang Pokok Perkara di Mahkamah Konstitusi
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Ketua Tim Kuasa Hukum SBS-WT, Yafet Yosafet Rissy

Gugatan Paslon SBS-WT Lolos ke Sidang Pokok Perkara di MK

POS-KUPANG.COM I BETUN--Gugatan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malaka, NTT, Stefanus Bria Seran - Wendelinus Taolin (SBS-WT) terkait Pilkada Malaka 2020 lolos ke sidang pemeriksaan lanjutan atau pokok perkara di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sidang lanjutan diagendakan pada Selasa (23/2) sebagaimana yang tercantum dalam  laman resmi MK, mkri.id.

Pada sidang ini nanti Agendanya adalah Pemeriksaan Persidangan Lanjutan dengan Agenda Pembuktian berupa Pemeriksaan Saksi Fakta dan Saksi Ahli. Sidang tersebut rencananya akan digelar secara daring (online).

Mengutip rilis berita dari Tim Paslon SBS-WT yang dikirim ke Pos-Kupang, Kamis (18/2) disebutkan bahwa gugatan SBS-WT didaftarkan di Mahkama Konstitusi dengan Nomor Perkara 24/PHP-BUP/XIX/2021. 

Pemeriksaan pendahuluan telah dilaksanakan pada Selasa (26/01/2021) dengan agenda pembacaann permohonan Pemohon.

Dalam kesempatan tersebut, Pemohon melalui Kuasa Hukumnya, Yafet Yosafet Rissy dan kawan-kawan mengajukan gugatan karena menilai Termohon (KPU Kabupaten Malaka) telah melakukan pelanggaran yang bersifat Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). 

Yafet dan kawan-kawan menilai KPU Malaka melakukan manipulasi dan rekayasa identitas pemilih siluman yang dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

"DPT bermasalah tersebut telah diterbitkan secara melawan hukum. Dan telah digunakan sebagai dasar pemungutan suara pada tanggal 09 Desember 2020", ujar Yafet di hadapan Majelis Hakim.  

Kuasa Hukum Pemohon juga menilai, Termohon sebagai penyelenggara Pemilu telah menjalankan tugasnya secara melawan hukum. Termohon dinilai tidak netral dalam menjalankan tugasnya sehingga menciderai demokrasi dan merugikan Pemohon sebagai salah satu pasangan calon.

Pemeriksaan Pendahuluan tersebut pun telah dilanjutkan pada 01 Februari 2021. Agendanya adalah pembacaan Eksepsi (Keberatan) Termohon, Pihak Terkait dan Bawaslu Kabupaten Malaka. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing pihak 'sepakat' membatah dalil dan permohonan Pemohon. 

Walau demikian, Majelis Hakim, setelah melalui musyawarah majelis memutuskan untuk menerima gugatan Pemohon untuk dilanjutkan ke sidang pembuktian atau pokok perkara

Terkait itu, Ketua Tim Kuasa Hukum SBS-WT, Yafet Yosafet Rissy mengaku, pihaknya siap membuktikan dalil-dalil yang disampaikan dalam permohonannya. 

Cegah Penularan Covid, Polsek Insana Utara Gandeng Koramil dan Pemerintah  Sasar Fasilitas Umum

"Prinsipnya kita tidak mengada-ada. Kita sampaikan fakta apa yang kita temukan di lapangan. Dan karena itu, sejak awal kita sudah yakin bahwa kita akan masuk ke pokok perkara sehingga kita sudah siapkan semuanya dengan baik", kata Yafet.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved