BBKSDA NTT Terima Buaya Muara Tangkapan Warga di Rote
buaya tersebut ditangkap oleh warga Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao bernama Orias Ballo
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Rosalina Woso
BBKSDA NTT Terima Buaya Muara Tangkapan Warga di Rote
POS-KUPANG.COM ǀ KUPANG - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT menerima buaya muara (Crocodylus porosus) dari Pulau Rote, Minggu (14/2/2021). Dalam rilis BBKSDA NTT yang diterima POS-KUPANG.COM pada Rabu (17/2/2021) malam, buaya tersebut ditangkap oleh warga Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao bernama Orias Ballo, Sipro Ballo, Edi Bulan, dan Frans Bulan.
Keempat warga itu tengah mencari gurita di Pantai Okakea pada Sabtu (13/2/2021) pukul 02.00 WITA.Setelah ditangkap, mereka membawa buaya tersebut ke darat. Orias Ballo selanjutnya melaporkan ke Kepolisian Sektor Rote Tengah yang ditindaklanjuti berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Pantai Baru untuk menghubungi Call Center BBKSDA NTT.
Atas arahan Kepala BBKSDA NTT, Koordinator UPS segera melaksanakan koordinasi dengan SKW II dan RKW Rote, Polsek Rote Tengah, Polsek Pantai Baru, dan Administrasi Pelabuhan Baa terkait klarifikasi informasi yang masuk melalui Call Center BBKSDA NTT dan membahas rencana evakuasi buaya muara. Dengan memperhatikan kondisi cuaca yang tidak menentu dan mempengaruhi jadwal pelayaran, serta pandemi COVID-9 maka diputuskan bahwa BBKSDA NTT akan memfasilitasi pengantaran satwa tersebut menuju Kupang.
Serah terima satu ekor satwa buaya muara dari pihak Polsek Pantai Baru kepada BBKSDA NTT (melalui RKW Rote) berlangsung pada Minggu (14/2/2021) pukul 4.00 WITA. Buaya muara itu lalu dikirim ke Kupang menggunakan KMP Ile Labalekan (tujuan Pelabuhan Bolok, Kota Kupang) dengan pengawalan oleh satu personil RKW Rote. Penjemputan di Pelabuhan Bolok dilakukan oleh Koordinator dan anggota UPS dan Kepala SKW II, disaksikan Kepala Pos KP3 Laut Bolok beserta jajarannya.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh UPS BBKSDA NTT, ditemukan bahwa buaya muara itu berjenis kelamin betina, berukuran 1,50 meter, dan dalam keadaan sehat. Buaya pun dibawa ke penampungan sementara di kantor BBKSDA NTT.
• OJK Minta Perbankan Dorong Pertumbuhan Kredit
“Buaya muara memang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat pesisir NTT. Legenda menuturkan bagaimana manusia dan kepulauan ini berkorelasi. Dari sisi ekologis sendiri menyatakan bahwa NTT menjadi area persebaran buaya muara. Penggunaan ruang yang sama oleh satwa liar dan manusia kerap menimbulkan konflik. Untuk meminimalkan konflik inilah BBKSDA NTT berupaya untuk hadir merespons setiap laporan satwa liar dari masyarakat. Harapan yang ingin diwujudkan adalah tidak terjadi korban jiwa baik dari pihak manusia maupun satwa liar,” bunyi rilis Humas BBKSDA NTT tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/balai-besar-konservasi-sumber-daya-alam-bbksda-ntt.jpg)