Rabu, 6 Mei 2026

Bupati Ngada Paulus Soliwoa Serahkan Jabatannya Kepada Sekda Sebagai Plh Bupati

harus menjadi kepala dinas, sekda, wakil bupati, apalagi bupati, saya hanya menjalani sebagai manusia biasa

Tayang:
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Suasana serah terima jabatan dari Bupati Ngada Paulus Soliwoa kepada Sekda Theodosius Yosefus Nono sebagai Plh Bupati Ngada di Aula Setda Ngada, Rabu (17/2/2021).  

Bupati Ngada Paulus Soliwoa Serahkan Jabatannya Kepada Sekda Sebagai Plh Bupati

POS-KUPANG.COM | BAJAWA--Bupati Ngada, Paulus Soliwoa mengakhiri masa jabatan sebagai bupati Ngada pada, Rabu (17/2/2021).

Jabatan bupati Ngada diserah terimakan kepada Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono, S.Sos sebagai pelaksana harian (Plh) bupati Ngada.

Acara serah terima jabatan bupati dilaksanakan di Aula Setda Ngada dan disaksikan oleh Ketua DPRD Ngada Bernadinus Dhey Ngebu.

Hadir dalam acara serah terima tersebut diantaranya Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Ketua DPRD Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, dan Sekda Ngada, Theodosius Yosefus Nono.

Hadir pula dalam kegiatan itu diantaranya, unsur Forkopimda, dan sebagian pimpinan OPD. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan prokes.

Bupati Paulus Soliwoa dalam sambutannya mengatakan bahwa, dalam melaksanakan tugas, dirinya selalu melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik.

Sejak menjadi ASN pada tahun 1974 hingga kini menjadi bupati Ngada, dirinya selalu menjalankan tugas yang dipercayakan dengan baik dengan tidak berambisi menjadi apapun.

"Semua tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan, saya selalu jalani dengan tidak ada satu pun cita-cita atau ambisi bahwa saya harus menjadi kepala dinas, sekda, wakil bupati, apalagi bupati, saya hanya menjalani sebagai manusia biasa," ujarnya.

Paulus mengatakan, jika dirinya flashback, selama menjalani hidup baik sebagai seorang ASN hingga menjadi bupati tidak terlepas dari campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa. Menurutnya, jika tidak ada campur tangan Tuhan, maka dirinya tidak tau apa yang akan terjadi dalam hidupnya.

Pada kesempatan itu, Paulus berpesan kepada seluruh ASN supaya tidak oleh mengejar jabatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang abdi negara. Yang harus dilakukan adalah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik serta mampu menjaga kepercayaan pimpinan dengan baik.

"Sepanjang kita melaksanakan tugas dengan baik, kita jalani apa adanya, kepercayaan pimpinan kita jaga, saya pikir jalani itu terbuka untuk kita. Tapi kita baru kerja, terus berharap yang lebih, maka tidak akan mungkin terjadi," ungkapnya.

Paulus menambahkan, selama menjalani tugas menjadi seorang ASN hingga menjadi Bupati, dirinya tidak mengalami hambatan yang berarti. Hal itu karena mendapat dukungan yang total dari ASN.

"Walaupun saya sendiri, saya tidak pernah merasa kesulitan selama tiga tahun menjadi bupati, saya mendapat dukungan dari teman teman dalam melaksanakan tugas kepemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Paulus mengatakan, memang masih ada catatan yang menjadi kekurangan-kekurangan para ASN dalam melaksanakan tugas mereka yakni selalu menunda pekerjaan.

Willybrodus Lay Masih Tertarik Dengan Politik

Jasa Raharja Wilayah Manggarai Barat Berikan Santunan Korban Kecelakaan di Bulukumba Sulsel

Wagub NTT Josef A.Nae Soi Luncurkan Mobil Laboratorium Bergerak Surveilans, Begini Pesan Kemenkes

Untuk itu dirinya berharap, kedepannya, para ASN sudah tidak boleh menunda pekerjaan lagi agar harapan bersama terkait dengan percepatan pembangunan dapat berjalan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved