Rabu, 29 April 2026

Waspadai Serangan ASF Gelombang Kedua

Plt Kadis Peternakan TTS, drh. Dianar Ati mengingatkan peternak babi di Kabupaten TTS untuk mewaspadai serangan virus ASF gelombang kedua

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/Facebook Imelda Sau
Ternak babi milik Imelda Sau yang mati secara tiba-tiba. 

POS-KUPANG.COM | SOE - Plt Kadis Peternakan TTS, drh. Dianar Ati mengingatkan para peternak babi di Kabupaten TTS untuk mewaspadai serangan virus ASF gelombang kedua. Pasalnya beberapa daerah di Provinsi NTT sudah mengalami serangan virus ASF gelombang kedua.

" Untuk kita di Kabupaten TTS sejauh ini belum ada laporan serangan virus ASF lagi. Namun di Flores, Sumba dan Kabupaten Kupang sudah ada serangan virus ASF. Oleh sebab itu kita menghimbau kepada para peternak babi kita untuk mewaspadai serangan virus ini," ungkap Ati kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (16/2/2021).

Nasib Wanita di Sumba Barat, 7 Tahun Jadi Budak Seks Ayah Kandung, Hingga Tiga Kali Melahirkan

Hingga saat ini lanjut Ati, belum ditemukan vaksin dari virus ASF. Oleh sebab itu, tindakan pencegahan sangat penting dilakukan oleh para peternak.

Ati meminta para peternak untuk tidak membawa babi dari daerah yang sudah terinfeksi virus ASF. Selain itu, kebersihan kandang dan pakan harus dijaga dengan baik.

Dewan Minta Pemerintah Pastikan Pencairan Dana Pinjaman Daerah

Jika ada kasus babi yang mati dengan ciri-ciri terserang virus ASF, segera dilaporkan ke petugas dinas peternakan.

" Lalu lintas ternak babi harus kita awasi betul. Ternak babi dari daerah yang sudah terserap virus ASF tidak boleh masuk ke daerah kita. Selain itu, kebersihan kandang dan pakan harus benar-benar diperhatikan para peternak," ingatnya.

Ketika ditanyakan apakah ada bantuan untuk para peternak babi yang babinya mati akibat serang ASF Tahun 2020 lalu, Ati mengatakan, untuk tahun 2021 ada bantuan anakan babi tapi tidak dikhususkan untuk kelompok ternak yang menjadi korban serangan ASF.

" Ada bantuan anakan babi untuk satu atau dua kelompok peternak, tapi tidak diutamakan untuk kelompok yang menjadi korban serangan ASF. Karena ini merupakan pokir DPRD, jadi kita harus koordinasi dulu dengan DPRD," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, serangan virus ASF di kabupaten TTS pada tahun 2020 menyebabkan kerugian mencapai 9 Miliar lebih.

Jumlah ternak babi yang mati akibat serangan virus ASF mencapai 3.000 ekor lebi. Jika per ekor dihargai 3 juta, maka nominal kerugian akibat serangan ASF mencapai 9 Miliar lebih. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved