Breaking News:

12 Ribu Ekor Babi di Flotim Mati Diserang Virus ASF, Ini yang Dilakukan Dinas Peternakan

Flotim mencatat 12 ribu kematian ekor babi. Jumlah ini menjadi jumlah kematian babi tertinggi di seluruh wilayah NTT. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Plt Kepala Dinas Peternakan NTT, Yohana Lisapali 

12 Ribu Ekor Babi di Flotim Mati Diserang Virus ASF, Ini yang Dilakukan Dinas Peternakan

POS-KUPANG.COM|KUPANG-- Sebanyak 12 ribu ekor babi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati terkena virus African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. 

 
Plt. Kepala Dinas Peternakan, Johana Lisapaly  mengatakan virus ASF pertama kali menyerang di wilayah Flores Timur (Flotim) dan Kabupaten Lembata. Saat ini, virus ASF telah menyebar ke Kabupaten Manggarai Timur. 

Ia mengatakan, di bulan Januari 2021, Kabupaten Flotim mencatat 12 ribu kematian ekor babi. Jumlah ini menjadi jumlah kematian babi tertinggi di seluruh wilayah NTT. 

"12 ribu itu laporan bulan Januari, kakau Februari belum ada laporan. Lembata juga sudah tidak ada laporan di bulan ini. Sedangkan, Manggarai Timur kita baru terima laporan," ujarnya kepada wartawan, (16/2/2021). 

Sebagai langkah pencegahan, dinas peternakan NTT telah menyalurkan cairan disinfektan ke beberapa wilayah kabupaten yang terkena dampak virus ASF. Selain daerah yang terdampak, cairan disinfektan juga disalurkan ke daerah yang belum mendapat serangan virus ASF. 

"Virus ASF hanya bisa dicegah dengan memutuskan mata rantai penyebarannya. Jika mati harus dikuburkan, jangan dibuang sembarangan," katanya. 

Saat ini, dinas peternakan gencar melakukan edukasi ke masyarakat tentang cara memutuskan mata rantai penyebaran virus ASF. 

"Ada tiga langkah pencegahan yakni, koordinasi, informasi dan edukasi (KIE). Petugas kami di lapangan juga gencar melakukan penyemprotan di kandang. Karena kandang harus bersih. Jika mati, harus dikuburkan. Kita terus beri arahan pencegahan," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved