Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Sabtu 13 Februari 2021: RAHMAT BERBAGI
Kisah penggandaan roti termasuk salah satu kisah yang cukup dikenal dan digemari.Yesus mengajak para murid untuk berbagi
Renungan Harian Katolik, Sabtu 13 Februari 2021: RAHMAT BERBAGI (Markus 8:1-10)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Kisah penggandaan roti termasuk salah satu kisah yang cukup dikenal dan digemari. Salah satu pesan yang menguak dari kisah ini, yakni Yesus mengajak para murid zaman dulu dan kita zaman now untuk berbagi: berbagi apa yang dipunyai dan membagikan apa yang diterima dari Tuhan. Bukan dimiliki sendiri; bukan ditimbun dan disimpan sendiri; bukan dinikmati sendiri.
Ketika Yesus tergerak hati oleh belas kasihan kepada orang banyak yang sudah tiga hari mengikuti-Nya, Ia membuat mukjizat penggandaan roti.
Dalam kisah ini, Yesus mengawali mukjizat dengan bertanya kepada para murid, "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka, "Tujuh".
Lalu, "Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak" (Mrk 8:5-6).
Sungguh jelas bahwa rezeki yang para murid terima dan miliki adalah anugerah dari Tuhan. Rezeki itu bukan hanya untuk diri mereka sendiri.
Ada saatnya Tuhan akan minta diserahkan kepada-Nya untuk diperganda dan dibagikan kepada orang banyak. Para murid tidak lain dan tidak bukan hanyalah merupakan saluran (berkat) Tuhan. Rahmat ini justru akan basi dan menjadi racun, kalau disimpan untuk diri sendiri.
Yang menarik, ternyata untuk membagikan rahmat Tuhan bukanlah perkara sederhana. Bayangkan sejenak! Berapa murid Yesus yang ikut membagikan roti kepada orang banyak? Berapa banyak orang yang akhirnya ikut makan roti?
Kita tak tahu persis berapa jumlah murid yang mengikuti Yesus kala itu. Di awal kisah ini hanya dikatakan Markus bahwa Yesus tergerak hati oleh belas kasihan "karena orang banyak yang besar jumlahnya dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya ..." (Mrk 8:1-2).
Tak disebut siapa yang dimaksud murid-murid itu dan berapa jumlahnya. Kalau mereka adalah para rasul seperti yang terjadi dalam kisah penggandaan roti yang lain (bdk. Mrk 6:30-44), maka murid-murid itu adalah Petrus dan teman-temannya, dan jumlahnya dua belas orang.
Meski tak terlalu jelas, rasanya jumlah murid tidaklah amat banyak. Sementara jumlah orang banyak yang dilayani dikatakan kira-kira ada empat ribu orang (Mrk 8:9).
Kebayangkah sejumlah kecil murid Yesus membagikan roti kepada empat ribu orang? Tentu butuh kerja keras yang menguras tenaga. Pun kerja cerdas agar efektif dalam pembagian itu.
Meski begitu, Markus mencatat bahwa semua orang yang banyak itu makan sampai kenyang dan potongan-potongan roti yang tersisa dapat dikumpulkan semuanya (Mrk 8:8). Berarti sukses pembagiannya.
Nah, inilah pesan pentingnya untuk kita. Bahwa saat hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan kepada orang yang "lapar" karena mengikuti-Nya, Ia pasti bertanya berapa banyak "roti" yang kita miliki. Dia pasti akan minta agar kita menyerahkan kepada-Nya untuk dijadikan bahan dasar mukjizat-Nya bagi orang banyak.
Tak hanya itu. Tuhan pun pasti menyerahkan roti yang telah diperganda untuk diberikan kepada orang banyak. Ia mempercayakan pembagian, pendistribusiannya kepada kita.
Dan rupanya Ia seakan tak peduli berapa jumlah kita. Ia cuma minta agar memberikan rahmat dari-Nya untuk dibagi-bagikan kepada orang lain.
Bukannya orang lain harus datang kepada kita untuk meminta, mengemis, merengek-rengek, tapi justru kitalah yang harus bekerja keras dan cerdas untuk membawa rahmat itu kepada orang lain. Bukannya bekerja keras untuk mengumpulkan, tetapi bekerja keras untuk membagikan.
Mungkin kita akan terganggu dengan pikiran, "Lho lalu kita sendiri bagaimana? Masa kita hanya terima untuk dibagikan, disalurkan?" Nah ... pada titik inilah kita sadari bahwa bukan hanya kita yang disuruh untuk berbuat demikian. Orang lain pun harus berbagi. Maka kita pun menerima dari orang lain. Terjadilah mukjizat rahmat dari Tuhan. *
Simak juga video renungan harian katolik berikut: