Walikota Kupang Serukan Puasa 7 Hari, GMIT Suarakan Hal Yang Sama

Walikota Kupang mengeluarkan edaran yang menyerukan untuk puasa 7 hari karena kasus Covid-19 yang meningkat

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Ketua Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Walikota Kupang mengeluarkan edaran yang menyerukan untuk puasa 7 hari karena kasus Covid-19 yang meningkat. Setali tiga uang dengan pemerintah kota (Pemkot), Sinode GMIT juga menyerukan untuk berpuasa kepada jemaatnya.

Hal tersebut dikatakan Ketua Sinode GMIT, Pendeta (Pdt) Mery Kolimon pada Jumat (12/02/2021). "Majelis Sinode telah mengeluarkan surat ke jemaat - jemaat GMIT untuk masa puasa pada minggu sengsara atau masa pra paskah," ungkap Pdt. Mery.

Puluhan Siswa Penghuni Asrama SMA St Klaus Kuwu Manggarai Terpapar Covid-19, Ini Kronologisnya!

Dalam surat tertanggal 11 Februari 2021 tersebut, para jemaat diajak untuk berpuasa setiap hari Jumat selama 7 kali diminggu sengsara.

Berikut isi suratnya :

Semoga kami dapat menjumpai Bapak/Ibu dalam keadaan damai sejahtera. Alkitab memberi kita gambaran bahwa berpuasa adalah sebuah upaya untuk mendekatkan diri dan berharap belas kasih Allah. Di masa krisis seperti saat ini, seruan iman sangat perlu dilakukan berbarengan dengan komitmen menjalankan protokol kesehatan. 

Rumah Dinas Pertanian di Sumba Timur Ludes Terbakar

 
Untuk itu selama masa raya minggu sengsara Kristus kami mengajak semua anggota
GMIT untuk berpuasa bagi pergumulan dunia saat ini. Dan untuk membantu
pelaksanaan puasa pada setiap hari Jumat di Minggu Sengsara (7 hari Jumat), kami
lampirkan panduan untuk dipedomani.

Demikian surat ini kami sampaikan. Allah Tritunggal menyertai kita. Kita terus
berdoa Tuhan memimpin kita dengan hikmatNya dalam saat-saat sulit sekarang ini.

Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor
Ketua, Pdt. Dr. Mery L.Y. Kolimon
Sekretaris, Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th

Dalam surat tersebut juga dilampirkan Teknik Pelaksanaan setiap hari Jumat sebagai berikut : 

1. Puasa dilakukan sehari penuh mulai jam 7 pagi sampai dengan jam 6 sore (18.00). Sebelum
berpuasa seluruh anggota keluarga yang hendak berpuasa harus makan pagi.

2. Pelaksanaan puasa dimulai dengan membunyikan lonceng di gereja pada jam 7 pagi dan doa di tiap rumah tangga.

3. Puasa berarti tidak makan dan tidak minum sama sekali.

4. Bagi kaum lanjut usia, anak-anak, dan mereka yang sakit keras disarankan untuk berpuasa
setengah hari atau tidak berpuasa sama sekali. Dalam masa pandemi ini, daya tahan tubuh
harus tetap dijaga. 

5. Bagi yang mengalami gangguan kesehatan ringan/sedang bisa minum air putih.

6. Di hari puasa ini kita tidak sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadikannya
sebagai hari berdoa kita. Setiap keluarga perlu mempersiapkan tempat khusus untuk menjadi
tempat doa/mesbah keluarga. Keluarga bisa duduk mengitari meja atau bertelut untuk
berdoa bersama. Di atas meja dapat diletakkan Alkitab, lilin yang dinyalakan, dan salib,
tanda kehadiran Firman Allah, cahaya kasihNya, dan penghayatan pada pengorbanan Yesus.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved