Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Rabu 10 Februari 2021: Ne Cede Malis, Jangan Kalah terhadap Hal yang Jelek
Hati yang berkualitas memancarkan keceriaan, kegembiraan, sportivitas, kebaikan, belaskasih, pengmpunan, kemurahan hati, pengertian
Renungan Harian Katolik, Rabu 10 Februari 2021: Ne Cede Malis, Jangan Kalah terhadap Hal-hal yang Jelek (Markus 7:14-23)
Oleh: RD. Maxi Un Bria
POS-KUPANG.COM - Dalai Lama XIV Tokoh Buddhis penerima hadiah Nobel Perdamaian Tahun 1989 pernah mengatakan, “Kebahagiaan bukanlah hal yang sudah jadi. Itu berasal dari diri Anda sendiri.” ( Budi Santosa,2020;261 ). Kebahagiaan perlu diupayakan dan diciptakan dari dalam hati.
Pastikan hati kita selalu penuh rasa syukur dan bahagia setiap hari, karena gemar melakukan hal-hal baik dan tidak pernah mau kalah terhadap hal-hal yang jelek. Semua orang yang berbuat baik dan menerima kebaikan akan selalu memancarkan sukacita dari dalam hatinya. Hati yang terus ditempa dan diisi dengan kebaikan menghadirkan kualitas hati yang berdampak bagi kebahagiaan serta kebugaran jiwa dan raga.
Hati yang berkualitas memancarkan keceriaan, kegembiraan, sportivitas, kebaikan, belaskasih, pengmpunan, kemurahan hati, pengertian dan semua yang baik serta indah yang berguna untuk pembentukan karakter diri dan kebaikan sesama.
Penulis Amsal mengatakan bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Obat yang paling ampuh untuk meningkatkan imun tubuh dan melahirkan energi positif dalam interaksi sosial dan berbagai aktivitas hidup. Dalam Amsal 15 : 13 tertulis, “Hati yang gembira membuat wajah berseri-seri. Tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.”
Hati yang gembira adalah bagian dari ekspresi hati yang berkualitas. Untuk meningkatkan dan mempertahankan hati yang berkualitas manusia dapat mengembangkan kebiasaan beryukur atas segala sesuatu yang ada. Bersyukur atas pengalaman hidup dan berbagai perjumpaan inklusif. Bersyukur karena mengalami berbagai pengalaman yang berbeda setiap hari.
Refleksi, evaluasi dan introspeksi diri atas segala pengalaman hidup membantu setiap manusia untuk memperbaharui disposisi hati, menjaga kualitas hati dan berupaya mengekspresikan kualitas hati secara benar dalam perkataan dan sikap hidup yang nyata.
Yesus Kristus dalam Markus 7 :14-23 mengingatkan kita semua untuk memeriksa batin dan selalu menjaga kualitas hati karena sesungguhnya segala hal yang keluar dari dalam itulah yang menajiskan diri dan hidup bersama, bukan yang berasal dari luar.
Sebagaimana Yesus tegaskan, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat itu timbul dari dalam dan menajiskan orang” ( Markus 7 :20-23 ). Karena itu kita memang mesti terus memperbaharui hati dan menjaga kualitas hati agar mampu mengekspresikan hal-hal yang baik dan bermutu dalam hidup.
Marilah bersyukur dan bergembira karena Tuhan telah menempatkan roh-Nya yang kudus di dalam hati kita, agar mampu memancarkan keceriaan, kegembiraan dan aura positif dalam hidup. Menjaga dan merawat kualitas hati dalam interaksi sosial dan berbagai aktivitas dapat membantu meningkatkan imun tubuh dan kebugaran jiwa raga kita. Salve.
Doa : Ya Tuhan semoga kami mampu mengekspresikan dan memancarkan hati yang berkualitas dalam tindakan hidup setiap hari, amin.*
Simak juga video renungan harian katolik berikut: