Breaking News

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Rabu 10 Februari 2021: Hal Najis

Pada umumnya, manusia suka yang bersih. Halaman rumah yang bersih, ruangan kerja yang bersih, dapur yang bersih

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Eman Kiik Mau 

Renungan Harian Katolik, Rabu 10 Februari 2021: Hal Najis (Markus 7:14-23)

Oleh: RD. Eman Kiik Mau

POS-KUPANG.COM - Pada umumnya, manusia suka yang bersih. Halaman rumah yang bersih, ruangan kerja yang bersih, dapur yang bersih, kamar makan yang bersih, pakaian yang bersih, dan seterusnya.

Sedangkan kekotoran sungguh tidak enak dipandang mata dan buat orang merasa tidak nyaman. Demikian pula, Tuhan menghendaki supaya semua orang bersih. Hal yang najis dan kotor tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Dalam pandangan Tuhan, hal kotor atau najis dan bersih sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal lahiriah dalam pandangan manusia. Kita pun bangga melihat petani yang rela kotor karena kerja, buruh yang rela kotor karena keringat dan debu, tukang yang rela kotor karena kerja dan seterusnya.

Tuhan juga bangga melihat manusia kotor karena perjuangan dan kerja keras. Akan tetapi, Tuhan tidak menghendaki manusia menjadi kotor akibat dosa. Tuhan tidak berkenan pada hati yang kotor karena niat yang tidak murni, karena pikiran yang jahat, atau karena keinginan yang bertentangan dengan kehendak-Nya.

Hal tersebut akan membuat manusia najis dan kotor sehingga tidak berkenan di hadapan-Nya. Yesus bersabda, "Semua hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang!"

Kita perlu terus-menerus memurnikan hati agar boleh berkenan di hadapan Tuhan dan sesama. Jangan biarkan diri kita semakin hari semakin kotor karena pikiran yang kotor, niat yang kotor, atau pun sikap dan perilaku yang kotor.

Kemurnian kita diukur dari kejernihan niat, ketulusan hati, dan pikiran yang lurus. Tuhan menghendaki kita agar mengusahakan kemurnian hati, agar hari demi hari kita menampakkan kemuliaan-Nya dalam hidup.

Kenajisan sungguh tidak berkenan bagi Tuhan karena kenajisan hanya akan mengotori kebersamaan kita dengan sesama. Kenajisan bertentangan dengan kesempurnaan Tuhan dan hal ini adalah penghalang besar bagi kita untuk bersatu dengan Dia.

Hari ini Gereja memperingati Santa Skolastika, Perawan. Ia adik dari Santo Benediktus Abas. Ia juga menjadi biarawati dan tinggal di dekat biara kakaknya di Monte Casino, Italia.

Setiap tahun, Skolastika selalu mengadakan pembicaraan rohani dengan kakaknya. Suatu kali, Skolastika menginginkan agar pembicaraan itu diperpanjang, namun Benediktus menolak. Maka, Skolastika berdoa dengan khusyuk sehingga turunlah hujan badai yang sangat hebat dan menghalangi keduanya untuk meninggalkan tempat pertemuan mereka itu.

Tiga hari kemudian, Skolastika wafat dan pada saat yang sama Benediktus melihat adiknya itu dalam rupa burung merpati naik ke surga. Santa Skolastika dipercaya sebagai penolong untuk mohon cuaca yang baik.

Tuhan Yesus, teguhkanlah hati kami agar kami sanggup mengabdi Dikau dengan kasih yang tulus dan menikmati kasih karunia-Mu. Santa Skolastika doakanlah kami. Amin.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved