Selasa, 28 April 2026

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Minta Nama Pasien Covid-19 Dipublikasikan

Selain itu meningkatkan pengontrolan dan pengawasan sejak seseorang dinyatakan reaktif rapid antigen. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
ist
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Minta Nama Pasien Covid-19 Dipublikasikan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Gugus Tugas atau Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 daerah agar menyampaikan secara terbuka nama pasien penderita Covid-19. 

Hal ini disampaikan Gubernur Laiskodat di saat Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi NTT bersama para Bupati/Walikota se-NTT secara virtual di Ruang Rapat Gubernur, Selasa (9/2). 

Menurut Gubernur Laiskodat, pandemi Covid-19 telah menjadi sebuah bencana non alam yang kini memasuki masa darurat. Karena itu, Satgas dapat menyampaikan secara terbuka nama-nama pasien penderita covid-19 beserta alamat dan tempat tinggal mereka. 

Meskipun dalam kode etik medis, hal ini tidak diperbolehkan namun dalam situasi darurat pandemi Pemerintah harus mengambil langkah tersebut. 

Publikasi secara terbuka itu bertujuan semata-mata untuk memudahkan dalam melakukan penelusuran, pengontrolan dan pengawasan para pasien atau orang dengan positif Covid-19.

“Ini situasi darurat pandemi, kita harus waspada penuh. Supaya Satgas yang ada di RT/RW mudah untuk melakukan pengawasan terhadap pasien yang lakukan isolasi mandiri," ujar Gubernur Laiskodat.

Satgas hingga level terkecil, kata dia, harus melakukan sosialisasi agar tetangga bisa memberikan dukungan moral dan motivasi kepada pasien dan keluarganya. 

Ia juga berharap, warga tidak boleh mencela apalagi menjauhi mereka.  Warga juga diminta untuk dapat mengawasi pasien atau orang dengan positif Covid-19 agar mereka tidak melakukan mobilisasi dan menularkan virus ke orang lain. 

"Intinya solidaritas antara warga harus dibangun untuk bersama-sama atasi wabah ini,” jelas Gubernur Laiskodat. 

Dalam rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Thomas Bangke serta Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu itu, Gubernur Laiskodat menekankan perlu berbagai upaya mencegah bertambahnya angka kematian akibat virus corona.

  

Ia meminta Dinas Kesehatan untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di berbagai rumah sakit. Selain itu meningkatkan pengontrolan dan pengawasan sejak seseorang dinyatakan reaktif rapid antigen. 

Gubernur Laiskodat juga meminta Satgas yang sudah terbentuk sampai pada tingkat RT/RW agar lebih memperhatikan upaya  treatment atau pengobatan setelah dilakukan tracing atau penelusuran terhadap riwayat kontak orang yang terpapar virus corona.

Satgas juga harus memastikan keadaan rumah apakah layak atau tidak untuk dilakukan isolasi mandiri. Jika di dalamnya ada lansia, orang-orang dengan penyakit bawaan dan anak-anak, maka yang bersangkutan diarahkan untuk lakukan lakukan isolasi terpusat. 

Kerusuhan Capitol AS, Pengacara Trump: Tak Ada Satu Kata pun dalam Pidatonya Menyebabkan Kerusuhan

Mengejutkan! Ternyata WHO Gagal Temukan Hewan Sumber Virus Corona di Cina, Ini yang Terjadi

Berdasarkan data Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 NTT, total kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT hingga Selasa (9/2) mencapai 6.569 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.463 orang telah sembuh dan 176 meninggal. Saat ini, sebanyak 2.930 orang masih menjalani karantina dan perawatan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved