Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 8 Februari 2021: MENJAMAH

Penginjil Markus berkisah bahwa setibanya di bagian barat danau Galilea, tepatnya di wilayah kota Genesaret, Yesus langsung diketahui oleh massa.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Senin 8 Februari 2021: MENJAMAH (Markus 6:53-56)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Penginjil Markus berkisah bahwa setibanya di bagian barat danau Galilea, tepatnya di wilayah kota Genesaret, Yesus langsung diketahui oleh massa. Ia menjadi buah bibir banyak orang. Orang-orang berbondong-bondong datang ke tempat di mana Yesus berada dengan satu berita saja: "Yesus datang! Yesus datang!"

Mereka berlari-lari mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya dan membawanya kepada Yesus. Ke mana pun Yesus pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan, semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh (Mrk 6:54-56).

Berhadapan dengan orang-orang yang malang, Yesus selalu bersikap sangat terbuka. Ia tidak menolak permohonan orang yang minta pertolongan-Nya. Ia bersikap positif terhadap permohonan yang aneh-aneh sekalipun, yang disampaikan orang-orang yang malang dalam segala keputusasaannya. Meski permintaan hanya berupa izin untuk menyentuh jubah-Nya, Ia kabulkan. Bahkan tak hanya membiarkan orang menyentuh jubah-Nya. Ia bahkan memberikan lebih, yakni menyembuhkan yang sakit dan menderita.

Kisah ini memberi gambaran bahwa orang-orang yang menderita selalu berdatangan dan mendatangi orang yang mereka tahu memiliki hati dan kemampuan untuk menolong agar melepaskan mereka dari lilitan penderitaan. Harapan akan pertolongan dari orang yang baik hati dan berkemampuan, menjadi magnet kuat yang menarik orang-orang yang malang untuk memohon pertolongan. Nyaris tak mungkin orang-orang mendatangi seseorang dan memohon pertolongan kepada-Nya, kalau ia tak baik hati, punya hati yang berbelas kasih dan berkemampuan.

Terkadang yang diharapkan dan diminta hanyalah hal sepele, tak berarti, semacam "menjamah jumbai jubah" saja. Diterima masuk ke rumah, kantor, ruang praktek dan hanya mendengar keluhan. Barangkali cuma menumpang kendaraan, mendapatkan remah-remah dari rezeki kita yang besar.

Terkait ini Yesus mengajarkan dan mungkin menyadarkan kita bahwa orang mendatangi dan memohon pertolongan justru karena mereka tahu dan merasakan bahwa kita berkemampuan dan sungguh punya hati berbelas kasih. Maka, bersikaplah positif terhadap sesama yang mendatangi kita. Mungkin sekali mereka yang mendatangi, mendekati dengan sikap yang kurang tepat, merampas waktu, mengganggu kesibukan, dan sebagainya. Namun tanggapan dan sikap positif yang diberikan sudah cukup memadai sebagai "penyembuhan, penghiburan, bahkan pembebasan" dari beban dan lilitan penderitaan yang dipikul oleh sesama yang malang. *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved