Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, 6 Februari 2021: Memaknai Saat Indah dan Kepekaan Sosial
Kita diajak untuk tetap menghayati dan memaknai saat ini di mana pun berada dengan kegiatan-kegiatan kreatif di rumah dan komunitas
Renungan Harian Katolik, 6 Februari 2021: Memaknai Saat Indah dan Kepekaan Sosial (Markus 6 : 30-34)
Oleh: RD. Maxi Un Bria
POS-KUPANG.COM - Jean Paul Sartre mengatakan, “Mungkin terdapat banyak waktu indah, namun saat ini adalah punya kita“ ( Budi Santoso 2020; 202). Jean Paul Sartre menegaskan pentingnya kesadaran akan waktu kini yang yang mesti dimaknai dan diisi dengan kegiatan-kegiatan kreatif dan produktif yang berkontribusi bagi pertumbuhan manusia dan pembobotan kualitas diri.
Dalam bingkai masa pandemi Covid-19 saat ada bersama di rumah dan komunitas hari ini tetap menjadi momentum istimewa untuk memaknai kebersamaan, berdoa, makan bersama dan rekreasi bersama dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.
Saat indah mewujudkan niat bersama agar selalu peka terhadap keselamatan bersama dan membangun budaya disiplin diri. Bersedia meninggalkan kepentingan diri dan mengutamakan kepentingan bersama. Kepekaan sosial perlu dikembangkan untuk kebaikan dan keselamatan bersama.
Yesus memberikan contoh kepada para murid tentang komitmen menarik diri sejenak di tengah berbagai aktivitas untuk berefleksi dan berdialog dengan Bapa-Nya.
“Mari kita menyendiri di tempat yang terpencil dan beristrahat sejenak” ( Markus 6 :31 ). Kekuatan doa dan keheningan mendapat perhatian dalam karya pastoral Yesus. Doa dalam keheningan menjadi habitus yang terintegrasi dalam karya pastoral-Nya.
Dalam keheningan itulah semua aktivitas kembali direfleksikan apakah sesuai dengan kehendak Bapak? Refleksi berguna untuk kembali menemukan nilai-nilai hakiki dan prinsip-prinsip Kerajaan Allah. Refleksi dan doa menjadi kekuatan setiap orang beriman untuk mengevaluasi motivasi, pikiran dan berbagai aktivitas.
Selanjutnya belaskasih Yesus terhadap banyak orang menjadi ciri khas perjalanan pastoral dan pelayanan-Nya. Bahwasannya belaskasih telah menjiwai dan mewarnai seluruh pelayanan Yesus. Belaskasih itu pula yang diharapkan dapat diikuti para murid dalam seluruh ziarah pelayanan.
“Ketika mendarat Yesus melihat orang banyak berkerumun, maka tergeraklah hati-Nya oleh belaskasihan kepada mereka karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala” ( Markus 6 : 34 ).
Dengan mengembangkan spirit belaskasih, kekuatan doa dan refleksi sesungguhnya para murid menyadari bahwa mereka tidak mungkin dapat berdaya tanpa kasih, doa, refleksi dan ekaristi kudus yang diajarkan Tuhan dan gereja.
Semoga setiap insan beriman dalam hari-hari pandemi Covid-19 selalu mengedepankan kepekaan dan kesadaran akan Covid -19 selanjutnya berkat kekuatan spiritual dapat meningkatkan imun tubuh dan mengembangkan kepekaan terhadap protokol kesahatan demi kebaikan bersama.
Kita diajak untuk tetap menghayati dan memaknai saat ini di mana pun berada dengan kegiatan-kegiatan kreatif di rumah dan komunitas yang berguna untuk menegaskan disiplin diri, pola hidup yang sehat dan bahagia. Dengarkan dan maknailah saat ini dengan hati yang penuh syukur dan gembira. Salve.*
Simak juga video renungan harian katolik berikut: