Puskesmas Onekore Ambil Swab 15 Siswa Syuradikara Ende untuk PCR
terhadap semua anak asrama yang berjumlah 114 orang. Hasilnya 15 orang positif swab antigen.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Puskesmas Onekore Ambil Swab 15 Siswa Syuradikara Ende untuk PCR
POS-KUPANG.COM | ENDE - Pihak Puskesmas Onekore Kabupaten Ende memastikan akan mengambil swab (sampel lendir hidung dan tenggorokan) dari 15 siswa SMK Katolik Syuradikara untuk diperiksa melalui polymerase chain reaction atau PCR.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskesmas Onekore, Arkadius Dominggus saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Jumat (5/2/2021) melalui sambungan telepon seluler.
Dominggo menegaskan, pemeriksaan melalui PCR untuk memastikan apakah anak-anak tersebut terkonfirmasi positif atau negatif Covid-19.
Menurutnya pengambilan swab akan dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Ende, guna memastikan jadwal pesawat untuk pengiriman sampel diperiksa di Kota Kupang.
Dominggo menegaskan, pengambilan swab untuk PCR tetap dilakukan kendati massa isolasi empat hari sudah selesai.
"Untuk memastikan seseorang positif atau negatif Covid-19 mesti melalui PCR dan siapapun yang sudah positif swab antigen wajib diswab untuk PCR," ungkapnya.
Dia katakan, lima belas anak tersebut saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di asrama, karena masuk kategori tanpa tanpa gejala.
Menurutnya, pihaknya rutin memantau. Jika ada anak yang mengalami gejala demam, batuk, pilek dan lain-lain akan langsung ditangani.
Disinggung mengenai hasil swab dan nama lima belas anak tersebut beredar luas di media Whatsapp (WA), Dominggo, tegaskan, bukan pihak Puskesmas yang menyebarkan. "Saya pastikan bukan kami yang sebarkan," ungkapnya.
Pemeriksaan swab antigen dilakukan pada pada 2 Februari 2021, terhadap semua anak asrama yang berjumlah 114 orang. Hasilnya 15 orang positif swab antigen.
Pemeriksaan swab antigen tersebut pasca pihak asrama mendapat informasi salah satu anak asrama yang sudah kembali ke rumah karena sakit, dinyatakan positif swab antigen.
Informasi tersebut diperoleh pihak asrama dari orangtua yang bersangkutan. Orangtua menginformasikan kepada pihak asrama lantaran hasil swab antigen orangtua negatif.
Pengakuan Satpam Sekolah Semua Anak Asrama Dipulangkan
POS-KUPANG.COM lantas mendatangi SMK K Syuradikara di Jl. Wirajaya, Kelurahan Onekore, Kota Ende. Halaman depan gerbang SMK K Syuradikara tampak sepi.
Satpam di pos jaga menjelaskan, saat ini asrama SMK K Syuradikara tidak menerima kunjungan dari manapun, siapapun.
Bahkan, lanjutnya, barang-barang titipan untuk anak-anak asrama tidak boleh di bawa masuk ke dalam asrama. Semuanya dititip di pos jaga.
Pantauan POS-KUPANG.COM, tidak jauh dari POS-KUPANG.COM, ada sebuah mobil dengan kondisi pintu belakang terbuka, tampak sejumlah paket dalam mobil tersebut.
Menurut Satpam, paket tersebut merupakan pesanan online anak-anak asrama yang sementara ditahan diluar, tidak bisa dibawa masuk ke dalam asrama.
Dia mengaku semua anak-anak asrama sudah dipulangkan ke rumah orangtua masing-masing, kecuali yang positif swab antigen, tetap di asrama menjalani isolasi mandiri sambil dipantau oleh tim medis.
Menurutnya anak-anak asrama dipulangkan pasca diketahui ada yang positif swab antigen. "Hari itu juga, mereka pulang ada orangtua datang jemput ada juga yang orangtua kirim tiket pesawat," ungkapnya.
Satpam juga menyesalkan informasi hasil swab antigen dan nama-nama asrama beredar luas. "Bahkan nama kelas berapa juga ada. Saya juga kaget informasi itu beredar," ungkapnya.
Sekolah Sesalkan Hasil Swab Antigen dan Nama Anak Beredar Luas
Lembaga Pendidikan SMK K Syuradikara menyesalkan hasil positif swab antigen dari lima belas muridnya beredar di media whatsapp.
Pasalnya, nama-nama 15 murid itu tertera jelas dan lengkap. Pihak sekolah menegaskan seharusnya nama murid tidak boleh tertera jelas, karena itu merupakan rahasia medis.
Tokoh yang bertanggung jawab memberi informasi kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (5/2/2021) menegaskan, informasi yang beredar tersebut membuat psikologi murid-murid dan orangtua terganggu.
"Prinsipnya nama-nama pasien dilarang keras untuk disebarkan. Itu rahasia medis. Dan sangat berdampak pada beban psikolgis dan sosial anak. Kalau untuk kepentingan internal demi kesehatan dan keselamatan orang-orang di internal boleh-boleh saja. Tapi tidak boleh dipublikasikan," tegasnya.
Narasumber POS-KUPANG.COM tersebut meminta agar namanya tidak dicantumkan. "Tidak usah tulis nama saya di dalam berita. Cukup cantumkan menurut sumber dari sekolah saja," katanya.
Ia berharap berharap informasi hasil swab dan nama anak-anak tersebut segera dihentikan dan tidak dihebohkan.
Menurutnya, ia sudah menyampaikan kepada para guru, jika ada yang bertanya terkait informasi tersebut, para guru memberi penjelasan yang menyejukan dan menguatkan. "Tidak menimbulkan kepanikan dan tafsiran yang melebar," tegasnya.
Dia katakan ke 15 anak tersebut merupakan anak-anak asrama di lingkungan SMAK K Syuradikara.
Dia mengaku pihak sekolah sempat kaget mendapat informasi terkait hasil positif swab antigen ke lima belas anak tersebut.
Terkait pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), lanjutnya, pihak sekolah sudah menghentikan kegiatan KBM tatap muka sejak 18 Januari 2021, sebelum ada yang terkonfirmasi positif swab antigen.
Hingga saat ini, lanjutnya, pihak sekolah masih menerapkan KBM daring dengan batas waktu tidak ditentukan.
Mensi Tiwe : Soal KBM Tatap Muka Untuk SMA dan SMK
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mensi Tiwe diwawancarai POS-KUPANG.COM, mengatakan, kebijakan belajar dari rumah (BDR) menurut SK Bupati Ende, berlaku dari tingkat Paud hingga SMP.
Menurutnya, pihaknya terkendala urusan administrasi apabila kebijakan itu diberlakukan juga untuk tingkat SMA/SMK, namun di satu sisi dalam situasi pandemi ini bisa mengikuti kebijakan Pemerintah setempat, dalam hal ini pemerintah Kabupaten Ende.
Sehubungan dengan meningkatnya eskalasi Covid-19 di Kabupaten Ende, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Ende, guna mengakomodir penerapan BDR juga diterapkan untuk tingkat SMA/SMK.
Orangtua Sudah Usul ke Sekolah
Salah satu orangtua murid SMK K Syuradikara, Ance Kerans, kepada POS-KUPANG.COM, menuturkan, para orangtua sudah menyampaikan agar pelaksanaan KBM secara daring pasca eskalasi Covid-19 di Ende naik.
Namun, menurut Ance, pihak sekolah tetap menerapkan KBM tatap muka dengan sistem shift.
"Waktu itu orang ada komplain juga, kenapa KBM tatap muka jalan terus. Tanya ke kepada sekolah, kepala sekolah bilang tetap tatap muka. Baru kurang lebih satu minggu terakhir ini BDR," ungkapnya.
Ance mengaku resah ketika mengetahui ada murid SMK Syuradikara terkonfirmasi positif swab antigen. Ia berharap semoga para murid yang terkonfirmasi positif swab antigen tersebut secepatnya bisa pulih. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)