Incinerator RS St. Carolus Boromeus Belo Rusak, dr Herly : Sampah Medis Kami Masih di TPS

apabila saat ini ada informasi yang ia peroleh, jika pemerinta provinsi akan sediakan invinerator atau alat pembakaran sampah medis.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
dr Herly Soedamardji, Direktur RS St. Carolus Boromeus Belo, Kota Kupang, Jumat (5/2). 

Incinerator RS St. Carolus Boromeus Belo Rusak, dr Herly : Sampah Medis Kami Masih di TPS

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Rumah Sakit Sint. Carolus Boromeus Belo, Kota Kupang mengalami kendala terkait proses pembakaran sampah medisnya maupun rumah sakit yang lain, karena mesin Incinerator atau alat pembakaran sampah medis rusak beberapa kali.

"Mulai bulan januari incinerator kami rusak beberapa kali, makanya kami kualahan atau kesulitan untuk membakar sampah medis kami maupun rumah sakit lainnya," kata dr Herly Soedarmadji, direktur RS St. Carolus Boromeus kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (5/2).

Dikatakan dr Herly, saat ini pihaknya kesulitan untuk membakar sampah medisnya, karena incinerator RS St. Carolus Boromeus sedang rusak.

Dampak dari kerusakan incinerator ini, pihaknya untuk saat ini masih menyimpan sampah medis di TPS milik mereka.

"Saat ini kami masih memyimpan sampah medis di TPS, kebetulan kami miliki TPS sendiri," kata dr Herly

dr Herly menyampaikan bahwa, kerusakan incinerator ini sudah beberapa kali rusak, dan sempat dari pihak PT Semen Kupang membantu proses pembakaran sampah medisnya.

"Incinerator kami rusak, makanya beberapa waktu lalu, kami dubantu oleh PT Semen untuk membakar sampah medis kami. Namun saat ini, PT semen tidak diijinkan untuk membakar sampah medis lagi," terangnya

Lanjutnya, setelah PT Semen tidak lagi melayani untuk membakar sampah medis, pihaknya masih pergunakan incinerator RS. St. CB yang dimiliki, tapi tidak berselang lama rusak lagi.

Ia menyampaikan bahwa, sejak awal pihaknya memerima sampah medis hampir rumah sakit se-Kota Kupang, namun akhir-akhir ini sebelum alatnya rusak, tidak menerima lagi, karena sesuai kapasitas alatnya.

Ia mengungkapkan, kapasitas dari alat pembakaran sampah medis sebanyak 100 kilo perjam, tapi setelah rusak dan diperbaiki, hanya dapat membakar 50 kilo perjam, dan semakin menurun karena alatnya tidak kuat lagi.

Saat ini alat yang dimiliki sudah rusak, pihaknya masih menunggu teknisi dari bandung untuk memperbaikinya. Namun belum bisa dipastikan kapan alatnya dapat diperbaiki.

Ia juga menambahkan, apabila saat ini ada informasi yang ia peroleh, jika pemerinta provinsi akan sediakan invinerator atau alat pembakaran sampah medis.

Oleh sebab itu, kata dr Herly, ia berharap semoga invinerator miliknya pemerinta provinsi sudah dapat beroperasi, supaya sampah medis yang ada saat ini baik dari pihaknya, maupun rumah sakit lain dapat dibakar.

"Kami berharap dan bersyukur, apabila incinerator milik pemprov sudah jadi, supaya dapat membantu kami," tandasnya

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved