Anggota Komisi V DPRD NTT : Sekolah Belum Boleh Tatap Muka 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT agar sekolah yang menjadi kewenangan provinsi, belum boleh sekolah tatap muka

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus, S.Pd 

Anggota Komisi V DPRD : Sekolah Belum Boleh Tatap Muka 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus menanggapi persoalan masih adanya sekolah yang memberlakukan tatap muka saat angka pandemi kian meningkat.  

Menurutnya, pihak Komisi V yang membidangi kesejahteraan masyarakat bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT telah menyepakati pelaksanaan sekolah dari rumah untuk saat ini. 

"Kita sudah rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT agar sekolah yang menjadi kewenangan provinsi, belum boleh sekolah tatap muka tetapi berpola belajar dari rumah (BDR)," ujar Emanuel Kolfidus saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (5/2).

Namun demikian, dewan meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk mengusahakan jalan keluar bagi daerah yang masih mengalami kendala jaringan  internet dan jaringan listrik agar diperjuangkan adanya pemenuhan kebutuhan internet dan listrik.

Selain itu, dengan adanya kebijakan belajar dari rumah, dewan  juga mendorong adanya alokasi anggaran APBD untuk pengadaan HP Android bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Hal ini harus dijembatani karena adanya keluhan dari masyarakat. "Jadi intinya sekolah belum boleh tatap muka," kata dia. 

Sementara itu, anggota Komisi V lainnya, Yohanes Rumat menegaskan, secara prinsip, kegiatan belajar mengajar di kelas oleh  pemerintah pusat telah serahkan keputusannya kepada kepala daerah baik itu gubernur, bupati atau wali kota. Namun demikian, implementasinya kembali kepada keputusan sekolah dan orang tua murid. 

"Terlepas dari semua aturan yang ditentukan oleh kepala daerah atau antara Kepsek dan ortu murid, kita selaku anggota DPRD provinsi NTT berharap untuk SMA/SMK/SLB memperhatikan ketentuan dasar yang sudah diatur pemerintah terkait cuci tangan, jaga jarak, pakai masker," katanya. 

Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT menegaskan keselamatan siswa-siswi menjadi yang utama dalam proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. 

Menurut Kadis Dikbud NTT, Linus Lusi, S.Pd., pihaknya  telah mendorong semua sekolah untuk menerapkan metode BDR atau Belajar Dari Rumah mengingat makin meroketnya kasus positif Covid-19 terutama di Kota Kupang. Sementara untuk sekolah kejuruan, Linus mengatakan praktek dapat tetap berjalan dengan range siswa maksimal 5-7 orang secara bertahap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Update Covid-19 NTT : Tambah 198 Kasus Positif, Total Angka Covid di NTT Tembus 6.069 

Warga di Negara Ini Merayakan Sekaligus Mengutuk Valentine Day. Kok Bisa?

"Kita dorong semua sekolah terlebih sekolah menengah atas dengan tren pandemi yang semakin meroket, maka aspek keselamatan siswa kita utamakan maka sekolah terutama SMA negeri itu melaksanakan BDR terlebih khusus di kota Kupang," kata Linus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved