Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, 4 Februari 2021: Pergilah Mereka untuk Memberitahukan, Orang Harus Bertobat

Ketika hendak bepergian kita selalu mendapat pesan dari orangtua. Atau juga orang yang menyuruh kita.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik, Kamis 4 Februari 2021: Lalu Pergilah Mereka untuk Memberitahukan Bahwa Orang Harus Bertobat (Markus 6: 7-13)

Oleh: RD. Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Ketika hendak bepergian kita selalu mendapat pesan dari orangtua. Atau juga orang yang menyuruh kita. Secara teknis mereka cek kelengkapan yang diperlukan. Kalau masuk asrama seperti dulu, maka pasti semua hal kalau bisa dibawa. Berbeda dengan tugas dinas sekarang maka tentu lain.

Soal identitas diri. Dokumen, biaya transport. Belum lagi para ibu dengan kopor yang begitu berat, dll. Selain itu masih ada pesan agar berhati-hati selama di jalan. Di tempat kerja atau hidup sosial kemasyarakatan. Kadang terasa kita digurui dengan hal sederhana. Padahal sarat dengan nilai perhatian di balik pesan itu.

Dalam injil hari ini kita dengar kisah tentang Yesus mengutus ke 12 rasul-Nya. Yesus utus mereka dengan tangan kosong. Tak boleh bawa apa-apa yang merepotkan. Kecuali tongkat bisa bawa untuk melindungi diri. Selain itu tak boleh. Bekal, roti, uang tak boleh bawa.

Mereka sesuaikan diri dengan situasi di mana mereka diterima. Memang Yesus larang tak boleh bawa sesuatu, karena mereka sudah dibekali dengan rahmat-Nya.

Inilah indikasi seorang utusan Tuhan. Ia berikan Kuasa agar mereka berkeliling sambil berbuat baik. Pada waktunya mereka bisa usir roh jahat. Mereka sembuhkan orang sakit. Mereka berjuang guna membawa orang kepada pertobatan sejati.

Sebab itu harus lebih dulu berubah dari perilaku jahat. Hal yang menjauhkan diri mereka dari kasih Tuhan. Sudahkah kita siap diutus? 

Sudah lama kita menjadi anggota gereja. Kini tugas perutusan masih sama menjadi karya kita. Sesuai konteks zaman, kita yang mengabdi di lembaga, instansi mana pun wajib hukumnya menolong orang lain.

Jika Kabar sukacita itu diharapkan bertumbuh, maka perlu berbenah. Mereka yang bergaya cuek, malas, hidup tak beraturan perlu diubah. Kita tobatkan mereka dalam cara hidup praktis.

Tentu tak segampang apa yang kita bicara. Kita perlu sadar bahwa kita adalah sarana di tangan Tuhan. Kesadaran ini akan memungkinkan kita berlaku rendah hati. Selama kita berlaku arogan dan tak mau diperbaiki maka gagal tugas pertusan kita.

Selamat pagi dan selamat bekerja buat para sahabat dan segenap keluarga semuanya. Serahkanlah dirimu selaku utusan Tuhan. Anda perlu andalkan kuasa-Nya. Juga tak boleh lupa terapkan Protokol Kesehatan di mana pun. Tuhan memberkati kita. Amin.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved