Warga Tenggelam di Manggarai

Pencarian Korban Risky yang Tenggelam di Sungai Wae Pesi Manggarai Berlanjut Hari Ini

proses pencarian dilanjutkan hari ini, Kamis (4/2/2021). Namun sampai dengan saat ini juga korban belum berhasil ditemukan.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Proses pencarian korban di sungai Wae Pesi Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 17.20 Wita. 

Proses Pencarian Terhadap Korban Risky Yang Tenggelam di Sungai Wae Pesi Manggarai Berlanjut Hari Ini

POS-KUPANG.COM | RUTENG--Risky Aditya Rifai Karim (13) seorang pelajar dengan alamat Pondok Pasentren Pancasila Reo, Kelurahan Mata Air, Kacamatan Reok, Kabupaten Manggarai, tenggelam di sungai Wae Pesi tepatnya di belakang Pondok Pasentren Pancasila Reo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 17.20 Wita.

Terkait peristiwa tenggelamnya korban ini, anggota Polsek Reo, Sat Pol Air dan warga masyarakat yang dipimpin oleh Kapolsek Reo Ipda Agustian Sura Pratama,S.Tr.K, langsung melakukan proses pencarian terhadap korban, sejak kemarin sore.

Namun proses pencarian korban mengalami kendala yang disebabkan oleh kondisi arus sungai yang deras, hujan  dan air yang keruh, serta sudah malam, proses pencarian dilanjutkan hari ini, Kamis (4/2/2021). Namun sampai dengan saat ini juga korban belum berhasil ditemukan.

"Hingga saat ini korban belum ditemukan,"jelas Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo, SH.,S.IK, melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (4/2/2021) pagi.

Budiarsa juga menjelaskan kronologis peristiwa korban tenggelam itu, berdasarkan keterangan para saksi mata yakni Muhamad Putra Mansah (12), Syabillylah Muhamad Yakup (13), Salimun Hafis (13) dan Muhamad Al Fatir (13), sekitar pukul 17.00 Wita setelah selesai melaksanakan piket masjid para saksi dan korban berangkat menuju kearah belakang Pondok Pasentren tepatnya di Sungai Wae Pesi untuk mandi bersama sebelum melaksanakan sholat maghrib.

Setibanya di pinggir Sungai Korban dan para saksi mandi bersama dengan cara memegang seutas tali nilon yang terikat pada tiang Tangga yang kemudian melompat ke arah sungai. Seketika itu juga tali yang terikat pada tiang tangga yang menghubungkan Pondok Pasentren dengan Sungai Wae Pesi terlepas sehinga korban dan para saksi langsung terbawa arus sungai.

Saat terbawa arus Korban sempat berpegangan tangan dengan saksi Muhamad Putra Mansah, namun karena arus sungai yang sangat deras keduanya terhempas dan berusaha berenang ke tepi sungai.

Saat yang bertepatan juga Ahmad Madi yang sedang melintas menggunakan perahu kecil melihat saksi Muhamad dan langsung menolongnya, sedangkan ke tiga saksi lainya berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke arah pinggir sungai.

Suara Moeldoko saat Disebut Bakal Nyalon Presiden hingga Dituding Kudeta AHY: Kerjaan Gue Numpuk!

Reaksi Nobu Saat Nama Gisel Terucap di Video 38 Menit Viral, Polisi Tetapkan Keduanya Jadi Tersangka

Budiarsa juga menyebutkan, jarak tempat mandi korban dengan tempat Ahmad Madi menyalamatkan saksi Muhamad Putra Mansah sekitar 200 meter. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo) 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved