Kisruh Partai Demokrat
Blak-blakan Andi Mallarangeng Sebut Jokowi Tahu Rencana Kudeta AHY Ketum Demokrat, Sebut Mirip Orba
Blak-blakan Andi Mallarangeng Sebut Jokowi Tahu Rencana Kudeta AHY Ketum Demokrat, Sebut Mirip Orba
Blak-blakan Andi Mallarangeng Sebut Jokowi Tahu Rencana Kudeta AHY Ketum Demokrat, Sebut Mirip Orba
POS-KUPANG.COM - Rumor tentang rencana kudeta penggulingan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) sebagai Ketua UmuM DPP Partai Demokrat semakin memanas.
Kali ini Petinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng blak-blakan menuding Presiden Jokowi tahu rencana kudeta AHY dari kursi Ketua Umum ( Ketum ) Partai Demokrat.
Andi Mallarangeng bahkan menyebut rencana kudeta AHY dari kursi Ketum Demokrat mirip dengan Orde Baru ( Orba ).
Kisruh di tubuh Partai Demokrat dimulai saat AHY jumpa pers rencana kudeta ini bocor dan melibatkan Ring 1 Jokowi di Istana Negara.
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko jadi sasaran.
• Gelombang Tinggi di Pantai Utara Sikka Hadang dan Kepung Pengguna Jalan Yang Melintas di Lewomada
• Lolos dari Penipu, Kaesang Pangarep Malah Hampir Ditegur Istana Gegera Ini, Ada Apa Anak Jokowi?
• Setelah Ada SKB 3 Menteri Cabut Aturan Seragam Agama, Begini Nasib Sekolah Madrasah & Siswa di Aceh
Dan isu ini pun bergulir.
Kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai pucuk pimpinan Partai Demokrat, jadi sorotan pasca menyebut ada pihak yang ingin menggulingkan dirinya.
Bahkan AHY, menyebut pejabat tinggi serta menteri di pemerintahan Jokowi yang dituding akan mengkudeta.
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko yang namanya disebut elite Demokrat sebagai otak kudeta, menyampaikan bantahan, untuk yang kedua kalinya.
Moeldoko menyebut itu fitnah dan ia menyatakan tak memiliki kepentingan bila dikaitkan sebagai dalang kudeta Partai Demokrat.
Namun Moeldoko tidak menampik kalau ia kerap menerima siapa pun pihak yang ingin bertemu dirinya.
Sekjen Partai Demokrat periode 2005 hingga 2010, Marzuki Alie, pun dituding ikut terlibat dalam upaya pelengseran AHY dari kursi Ketua Umum.
Atas tuduhan ini, Marzuki Alie menyatakan dirinya menghubungi langsung Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono demi meminta pembuktian.
Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron meminta pihak yang dituding merancang kudeta terhadap Partai Demokrat, tidak mengganggu Partai Demokrat demi ambisi untuk maju di Pilpres 2024.