Kapal Bakamla RI Dapat Senjata Baru, Siap Hadapi Keberingasan Coast Guard China di Wilayah Natuna
Salah satu wilayah yang dianggap rawan adalah wilayah Natuna. Untuk menjaga wilayah ini , Kapal Bakamlah mendapat pasokan senjata untuk menghadapi anc
Kapal Bakamla RI Dapat Senjata Baru, Siap Hadapi Keberingasan Coast Guard China di Wilayah Natuna
POS KUPANG.COM -- Badan Keamanan Laut atau Bakamla punya tanggung jawab besar mengamankanlan wilayah laut Indonesia
Salah satu wilayah yang dianggap rawan adalah wilayah Natuna. Untuk menjaga wilayah ini , Kapal Bakamlah mendapat pasokan senjata untuk menghadapi ancaman kapal-kapal penjaga pantai China yang kerap menerobos masuk wilayah Natuna
Satuan Bakamla merupakan badan yang bertugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Melansir laman bakamla.go.id, Bakamla memiliki tujuh fungsi.
Pertama menyusun kebijakan nasional di bidang keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Kedua, menyelenggarakan sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Ketiga, melaksanakan penjagaan, pengawasan, pencegahan dan penindakan pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Keepat, menyinergikan dan memonitor pelaksanaaan patroli perairan oleh instansi terkait.
Kelima, memberikan dukungan teknis dan operasional kepada instansi terkait.
Keenam, memberikan bantuan pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
Dan ketujuh, melaksanakan tugas lain dalam sistem pertahanan nasional.
Baru-baru ini, mengutip pemberitaan TribunJateng.com, Bakamla mendapatkan dukungan senjata untuk melakukan pengamanan laut di wilayah Indonesia.
"Bakamla baru mendapat izin beli senjata baru bulan Agustus tahun lalu, tapi ini masih bersyukurlah karena kita sudah ada senjata," ujar Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPR, Selasa (2/2/2021).
Diketahui pada Agustus 2020, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bahkan memperbolehkan Bakamla menggunakan senjata berkaliber besar untuk mengamankan laut.