Paul Bangkur Paparkan Potensi Perikanan di Kabupaten Sikka
Laut Flores dan Laut Sawu. Yang mana jenis ikan potensial yaitu Ikan Tuna, Ikan Cakalang, Ikan Kerapu, Ikan Layang dan Selar.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Paul Bangkur Paparkan Potensi Perikanan di Kabupaten Sikka
POS-KUPANG.COM | MAUMERE--Kabupaten Sikka memilikki potensi perikanan yang sangat besar.
Potensi perikanan yang besar itu belum dimaksimal secara baik. Maka itu, Dinas Perikanan dan Kelautan Sikka terus menggerakkan warga agar memaksimal potensi yang ada dalam rangka memajukan ekonomi.
Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sikka, Paul Bangkur kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/2/2021) pagi menjelaskan, sesuai data yang ada di dinas potensi perikanan di Kabupaten Sikka tersebar di Laut Flores dan Laut Sawu. Yang mana jenis ikan potensial yaitu Ikan Tuna, Ikan Cakalang, Ikan Kerapu, Ikan Layang dan Selar.
Ia mengungkapkan, potensi di sektor ini cukup menjanjikan. Pasalnya, ketika di masa pandemic tahun lalu sektor ini telah menyumbang PAD yang cukup besar. Di mana sumbangan PAD dari sektor perikanan tahun 2020 sebesar Rp. 1.990.367.944 atau tinggal Rp 10 juta mencapai Rp 2 miliar.
Sumber PAD itu diperoleh dari retribusi pemakaian kekayaan daerah berupa pengujian mutu hasil perikanan, pabrik es, sewa cold storage, retribusi parkir di PPI Alok dan retribusi pelayanan pelabuhan.
’’Ke depan pemerintah tetap berupaya meningkatkan PAD dengan bekerja lebih keras dan penggunaan aset aset perikanan yang ada, ’’ papar Kadis Paul.
Ia menjelaskan, sampai saat ini jumlah nelayan di Kabupaten Sikka ada 5.085 rumah tangga perikanan yang tersebar di 54 desa dan 12 kelurahan pesisir.
Baca juga: Mahasiswa dan Orangtua Senang Unwira Jadi Nomor Satu di NTT
Baca juga: Kelompok Mahasiswa (KEMA) Nusa Solor Gelar Pelantikan Badan Pengurus
Baca juga: Dandim Ivan Kembali Pimpin Patroli Gabungan Penerapan Prokes Covid-19 di Pasar Puni Manggarai
’’Produksi ikan sampai dengan tahun 2020 sebanyak lebih kurang 20 ribu ton. Dalam masa Pandemi Covid-19, Tuna Sasimi yang diekspor ke Korea Selatan dan Jepang sebanyak 45 ton dan Ikan Cakalang Asap (ikan kayu/Katsobushi) sebanyak 243 ton.Dengan potensi yang ada masalah yang dihadapi adalah masih terbatasnya fasilitas kolam labuh di daerah sentra sentra nelayan. Armada penangkapan didominasi oleh kapal kapal dibawah 10 GT, ’’ papar Kadis Paul.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pesisir-pantai-utara-sikka-flores.jpg)