Nilai Ekspor NTT Desember 2020 Turun 6,3 Persen
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur ( BPS NTT) mencatat, nilai ekspor NTT
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur ( BPS NTT) mencatat, nilai ekspor NTT pada Desember 2020 mencapai US$1.417.046, turun 6,3 persen dibanding November 2020 yang sebesar US$1.512.372.
Jenis ekspor terbanyak adalah komoditas nonmigas yaitu sebesar US$1.373.985. Baik komoditas migas maupun nonmigas sama-sama mengalami penurunan nilai ekspor jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Nilai ekspor NTT pada Desember 2020 juga mengalami penurunan sebesar 26,34 persen jika dibandingkan dengan Desember 2019.
Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus menyebut, jenis barang ekspor yang terbesar di bulan Desember 2020 adalah Perabot dan Penerangan Rumah Tangga (13,87 persen); diikuti Susu, Mentega, dan Telur (13,58 persen); serta Minyak Atsiri dan Kosmetik Wangi-wangian (11,2 persen).
Baca juga: Bebaskan dari Katarak Siloam Hospitals Labuan Bajo Punya Metode Phaco dengan BPJS Kesehatan
"Kelompok kendaraan dan bagiannya mengalami peningkatan permintaan ekspor yang cukup tinggi dari bulan sebelumnya yaitu mencapai 110,75 persen. Sedangkan garam, belerang, dan kapur mengalami penurunan permintaan ekspor dibanding bulan sebelumnya sebesar 18,34 persen," jelasnya saat menyampaikan rilis BPS melalui siaran langsung di youtube HUMAS BPS NTT, Senin (1/2/2021).
Total ekspor Desember 2020 sendiri mencapai US$4.854.250. Darwis memperjelas, bahwa ekspor yang dimaksud tak hanya melalui pelabuhan ekspor di NTT, melainkan juga di pelabuhan ekspor kota lain di Indonesia tetapi dengan barang yang berasal dari NTT. Ekspor terbanyak ke Vietnam, diikuti Timor Leste. Jenis barang yang diekspor dari NTT ke Vietnam adalah kacang mete, sedangkan yang diekspor ke China adalah rumput laut kering. Sementara itu, barang yang diekspor ke Timor Leste yakni Susu dan Kepala Susu, ke Jepang berupa ikan tuna kemasan, dan Malaysia berupa tamarin kering.
Baca juga: Media Harus Mewartakan Informasi Berimbang dan Jangan Memprovokasi
Berbeda dengan nilai ekspor NTT yang menurun, nilai impor NTT pada Desember 2020 justru mengalami kenaikan 44,58 persen dibanding November 2020 (dari US$1.215.171 menjadi US$1.756.895). Kenaikan juga terjadi jika dibandingkan dengan Desember 2019. Melihat kondisi ekspor-impor Desember 2020 ini, maka neraca perdagangan NTT mengalami defisit US$0,34 juta. Sedangkan secara tahunan, Darwis menyampaikan, NTT mengalami defisit sebesar US$18.783.786.
"Artinya, impor jauh lebih besar dibandingkan ekspor," katanya.
Meski demikian, neraca perdagangan menurut Provinsi Asal-Impor pada Desember 2020 mengalami surplus US$3,10 juta. Komoditas eskpor provinsi asal terbesar adalah nonmigas, sedangkan impor terbesar NTT adalah migas. Komoditas impor terbesar berasal dari Malaysia, diikuti Timor Leste. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/januari-2021-ntt-inflasi-040-persen.jpg)