Senin, 11 Mei 2026

Jumlah Nakes di Ngada yang Akan Divaksin Mencapai 1.520 Orang

Jumlah tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Ngada yang akan divaksin mencapai 1.520 orang

Tayang:
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru. 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Jumlah tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Ngada yang akan divaksin mencapai 1.520 orang. Jumlah nakes tersebut itu sudah teregistrasi ulang di aplikasi primary care (PCare) milik BPJS Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Agustinus Naru kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (2/1/2021).

Dijelaskannya, jumlah nakes di Kabupaten Ngada sebanyak 1.700 san, sehingga sisanya sudah didata kembali memalui sistem informasi sumber daya manusia kesehatan.

Baca juga: Jadi Perguruan Tinggi Nomor Satu di NTT, Ini Tanggapan Rektor Unwira Kupang

"Tetapi jumlah nakes yang siap divaksin itu sebanyak 1.520 orang itu. Sementara untuk sisanya, kita masih tunggu informasi lanjutan dari pusat karena kita tidak punya kewenangan untuk menentukan kapan mereka akan divaksin," ungkapnya.

Terkait kapan jadwal pelaksanaan vaksin, ungkap Agustinus, pihaknya masih menunggu apabila semua logistik tiba di Kota Bajawa.

Baca juga: 8 Titik Jalan Provinsi Jalur Pantura Ende Rusak Parah

Setelah semua logistiknya tiba di Bajawa, maka pihaknya baru akan melakukan pencanangan, sehingga akan menentukan siapa saja yang akan divasin pada pencananan tersebut.

"Kalau pencanangan sudah dilakukan baru kita lakukan vaksin secara serentak. Kemungkinan hari kamis, tapi schedule belum final, kita masih koordinasi dengan bupati," ujarnya.

Agustinus menjelaskan, yang menjadi sasaran vaksin dalam kegiatan pencanangan tersebut yaitu para pejabat publik, seperti Bupati, Sekda, unsur Forkopimda, dan tokoh masyarakat. Namun hal tersebut juga belum final sebab dirinya akan melakukan diskusi terlebih dulu dengan bupati.

"Nanti kita ajukan ke Pak Bupati nama-nama, mungkin Pak Bupati ada pertimbangan lain sehingga bisa disesuaikan," ungkapnya.

Agustinus menjelaskan, sebenarnya tidak ada kendala yang berarti terkait dengan pelaksanaan vaksin di Kabupaten Ngada. Hanya saja kelengkapan peralatan yang belum tiba di Bajawa.

"Kalau vaksin sudah tiba, tapi alatnya suntik vaksin yang belum datang. Jadi penundaan itu hanya karena alat itu yang belum tiba. Masih dalam proses pengiriman," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved