Defriman Djafri: Hindari Mobilitas Tinggi Setelah Vaksin
Ahli epidemiologi, Defriman Djafri mengingatkan penerima Vaksin Covid-19 menghindari mobilitas tinggi setelah menjalani vaksinasi
POS-KUPANG.COM | JAKARTA -Ahli epidemiologi, Defriman Djafri mengingatkan penerima Vaksin Covid-19 menghindari mobilitas tinggi setelah menjalani vaksinasi karena bisa saja antibodi belum terbentuk.
Akademisi Universitas Andalas (Unand) Padang di Sumatera Barat ini mengatakan, setelah menerima vaksin Covid-19 tidak serta merta terhindar dari Covid-19. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus tetap dijalankan.
"Ketika divaksin itu dipastikan betul protokol kesehatan itu tetap dijalankan, kan bisa saja antibodi belum terbentuk atau memang dosis yang diberikan ini belum full dalam hal ini untuk membentuk antibodi karena kondisi masing-masing individu yang berbeda," kata Defriman, Senin (1/2/2021).
Baca juga: BLT Subsidi Gaji Rp 5 Juta Disetop
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Provinsi Sumatera Barat ini menuturkan perlu waktu untuk membentuk antibodi untuk melawan virus penyebab Covid-19.
Dalam masa menunggu tersebut, maka perlu mengurangi kontak dengan banyak orang karena dikhawatirkan ada paparan virus corona penyebab Covid-19 dari antara orang-orang tersebut.
Baca juga: Jokowi: Non Muslim Bisa Jadi Nasabah Bank Syariah
Defriman menuturkan kejadian seseorang terinfeksi Covid-19 beberapa hari setelah diberikan vaksin dikarenakan mungkin dia bepergian tanpa mematuhi protokol kesehatan. Padahal pada masa beberapa hari itu, antibodi belum terbentuk.
Meskipun sudah mendapat vaksin Covid-19, tidak menjadi jaminan 100 persen seseorang tidak akan terinfeksi Covid-19 karena masih ada ancaman varian baru virus penyebab Covid-19 akibat mutasi.
Semakin banyak kasus terinfeksi Covid-19, semakin tinggi penularannya, dan semakin tinggi pula kemungkinan virus bermutasi. Dan apakah mutasi itu berpengaruh terhadap keefektifan vaksin, maka perlu penelitian lebih lanjut
Oleh karena itu, protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh harus tetap dilakukan baik oleh mereka yang belum maupun yang sudah mendapat vaksin.
"Bagaimanapun dengan ancaman varian baru dan apalagi antibodi belum tentu juga dipastikan sudah terbentuk atau tidak dan artinya vaksin yang diberikan ini tidak serta-merta telah terproteksi dalam hal ini dengan kondisi pandemi yang artinya belum signifikan selesai atau melandai," ujar Defriman.
Tribun Network mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. 'Ingat Pesan Ibu', 3M (mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak). (ant/aca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/covid-satgas-covid.jpg)