Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 1 Februari 2021: MOMEN BERSAKSI

Badai yang datang menggoncangkan perahu, dijadikan oleh Yesus sebagai kesempatan untuk menyadarkan para murid-Nya akan perlunya percaya.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Senin 1 Februari 2021: MOMEN BERSAKSI (Markus 5:1-20)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Saat mengarungi danau, badai yang datang menggoncangkan perahu, dijadikan oleh Yesus sebagai kesempatan untuk menyadarkan para murid-Nya akan perlunya percaya. Saat badai mesti jadi titik balik dan peluang untuk tumbuh dan bangkitnya iman (bdk. Mrk 4:35-41).

Setelah menyeberangi danau, saat berada di daerah yang najis dan penuh bahaya oleh rongrongan, terkaman, dan belenggu roh-roh jahat, dijadikan oleh Yesus sebagai kesempatan untuk mengajarkan para murid bahwa mereka harus mewartakan belas kasihan Tuhan yang diimani kepada orang lain.

Inilah yang ditunjukkan oleh penginjil Markus melalui cerita tentang penyembuhan seorang Gerasa yang kerasukan roh jahat.

Kisahnya menarik. Setelah penyeberangan yang bergolak oleh badai, sampailah Yesus dan para murid-Nya di daerah orang Gerasa. Daerah ini dianggap sebagai wilayah kafir, najis dan penuh dengan roh-roh jahat. Kebanyakan penduduknya bukanlah orang Yahudi.

Ini nampak jelas dengan kisah adanya kawanan babi dan pekuburan di daerah itu. Apalagi adanya seorang yang kerasukan roh jahat yang berkeliaran di pekuburan. Tidak ada orang Yahudi yang akan memelihara babi. Babi dan pekuburan dianggap najis.

Baru saja mendarat di Gerasa, daerah yang najis dan kafir itu, Yesus didatangi seorang yang kerasukan roh jahat. Roh jahat itu bernama Legion, karena banyak jumlahnya. Roh itu menguasai orang itu sehingga belenggu dan rantai tak bisa menenangkannya.

Tapi di hadapan Yesus, roh jahat tak berdaya. Ia justru sujud dan meminta Yesus memindahkannya ke dalam kawanan babi yang mengakibatkan babi-babi terjun bebas dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Pada waktu Yesus hendak pergi lantaran tak dikehendaki oleh orang-orang Gerasa, orang yang barusan dibebaskan itu meminta supaya ia diperkenankan ikut serta menyertai Yesus. Ternyata ia tidak mau tinggal di daerah asalnya lagi. Ia mau mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya.

Nah ... pada fase inilah Yesus memberikan pelajaran bagi para murid-Nya. Yesus bersikap tegas dan tidak mengizinkan orang itu menyertai-Nya. Orang itu harus tetap tinggal untuk menggantikan Yesus yang tidak diperkenankan hadir di wilayah Gerasa. Orang itu harus mewartakan belas kasihan Tuhan yang sudah dialaminya di tempat tinggalnya.

Yesus menyingkir dari Gerasa karena Ia tak dikehendaki kehadiran-Nya. Namun Ia bukan tanpa harapan. Ia sudah menanamkan belas kasihan dan kebaikan dalam diri seorang penduduk Gerasa. Yesus tahu bahwa benih yang ditanam-Nya itu pasti akan berkembang, bahkan berbuah. Maka Ia tak berkenan orang itu menyertai-Nya. Ia justru menginginkan orang itu tinggal agar benih itu bisa terus bertumbuh dan nantinya menjadi pohon tempat burung-burung bersarang.

Pelajaran yang sangat berharga bagi para murid dan juga untuk kita. Yesus menunjukkan bahwa setelah mengalami belas kasihan dan kebaikan dari-Nya, ternyata Yesus tidak menghendaki orang yang mendapat belas kasihan pergi menyertai Dia ke tempat-tempat lain, ke kota-kota lain. Ia justru menginginkan orang itu tetap tinggal di rumah, di lingkungannya untuk menggantikan Dia, menjadi tanda atau simbol belas kasihan dan kebaikan-Nya. Ia ingin benih kebaikan yang Ia tanam harus tumbuh dan berkembang agar gambaran Tuhan nampak jelas sebagai kesaksian bagi orang lain.

Maka, kita ingat pelajaran ini untuk diri dan hidup kita. Tuhan rupanya lebih menginginkan kita yang telah mendapat kebaikan-Nya untuk bersaksi, menggantikan kehadiran-Nya dalam memperlihatkan kebaikan Tuhan kepada orang lain di sekitar kita. *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved