Jumat, 1 Mei 2026

Berita Internasional

TERBARU! China Deteksi Covid-19 Melalui Lubang Anus! Metode Swab Baru Disebut Lebih Akurat 

China telah menggunakan metode baru untuk swab test Covid-19.  Metode baru tersebut ialah tes swab lewat lubang anus.

Tayang:
Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI.
Kapolres Ende saat menjalani swab antigen di Gedung Bhayangkara Polres Ende, Selasa (26/1/2021). 

POS KUPANG, COM - Masih terus berlangsungnya pandemi Covid-19 hampir diseluruh dunia.

Membuat orang terus berupaya untuk mengatasi permasalahan ini.

Hal itupun dilakukan China untuk menangani kasus Covid-19.

China telah menggunakan metode baru untuk swab test Covid-19. 

Metode baru tersebut ialah tes swab lewat lubang anus.

Namun, tes swab lewat lubang anus ini masih menuai kontroversi bagi sejumlah kalangan. 

Dilansir Theguardian.com, metode swab ini disebut dapat meningkatkan tingkat deteksi orang yang telah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Metode swab lewat lubang anus dapat meningkatkan tingkat deteksi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, karena jejak virus bertahan lebih lama di anus daripada di saluran pernapasan," ungkap Li Tongzeng, wakil direktur departemen penyakit pernapasan dan infeksi Rumah Sakit You Aan Beijing.

Sependapat dengan Li Tongzeng, satu diantara dokter spesialis penyakit China, menyebutkan swab melalui lubang anus dianggap lebih akurat dan meningkatkan kemungkinan mendeteksi Covid-19.

Dikutip dari Newsweek.com, metode swab ini telah digunakan sejak 2020.

Terhitung lebih dari satu juta penduduk Beijing yang telah menjalani swab lewat lubang anus, seperti Kota Shanghai, China.

Namun, metode ini hanya diperuntukkan bagi individu yang tinggal di daerah rawan terkena Covid-19.

Menurut pedoman yang diterbitkan oleh Komisi Kesehatan Nasional China, melalui metode swab ini, alat penyeka dimasukkan tiga hingga lima sentimeter (sekitar satu hingga dua inci) ke dalam anus.

Berbeda dengan Li Tongzeng, ahli patologi Universitas Wuhan, Yang Zhanqiu, mengatakan swab tenggorokan dan hidung tetap menjadi metode pengujian "paling efisien".

Mengingat virus corona menular lewat saluran pernapasan bagian atas.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved