Siswa SMAS Reformasi Noelbaki Buat Sabun Dari Minyak Bekas
Dua siswa SMAS Reformasi Noelbaki membuat sabun dengan menggunakan minyak bekas
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dua siswa SMAS Reformasi Noelbaki membuat sabun dengan menggunakan minyak bekas.
Kedua siswa tersebut adalah Elvy Matasina dan Toni Haba, siswa kelas XI Jurusan MIPA yang berkesempatan mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh guru Kimia mereka bekerjasama dengan Beta Guru Kimia Hijau ( BGKH).
Keduanya menjelaskan, bahan utama dalam membuat sabun ini adalah minyak jelantah, atau minyak goreng bekas pakai yang sudah dipakai untuk menggoreng bahan makanan.
Baca juga: Camat Lamba Leda Imbau Warganya Waspadai Cuaca Ekstrem
"Ini dibuat dari minyak jelantah, minyak zaitun dan minyak kelapa kemudian dicampur dengan minyak esensial dan pewarna makanan lalu ditambahkan NaOH dan air," jelas Elvy pada Jumat (29/01/2021).
Bahan - bahan tersebut kemudian dicampur lalu dikocok atau bisa juga dengan menggunakan mixer untuk memudahkan.
'Pakai mixer juga tidak apa - apa. Semua dicampur, di-mix sampai bentuknya mengembang seperti jelly, setelah itu masukkan dalam cetakan," ujar Elvy.
Baca juga: Drainase di Jalan Motaain-Atapupu Tak Berfungsi Baik Penyebab Rumah Warga Silawan Terendam Banjir
"Kemudian diamkan selama dua minggu.
Setelah itu baru dilepaskan dari cetakan dan sabun siap dipakai," timpal Toni.
Keduanya mengaku senang bisa mengikuti program ini dalam masa pandemi. Selain mendapatkan hal baru, mereka juga membutuhkan sesuatu untuk menyegarkan pikiran setelah proses sekolah secara online.
Toni berharap, dari apa yang sudah dipelajari bisa dia kembangkan lagi. Selain pembuatan sabun, mereka juga diberi pelatihan mengurangi limbah plastik dengan ecobrick.
Ecobrik adalah salah satu metode untuk mengurangi sampah plastik dengan cara mengisi limbah padat yang tidak bisa terurai pada botol plastik. Botol - botol ini kemudian bisa disusun membentuk apa saja sesuai kreativitas masing - masing.
"Ecobrick itu beta mau mengembangkan sama seperti yang sudah dikirimkan kakak - kakak. Beta mau kembangkan dengan sampah - sampah yang ada di sini karena sampah plastik di sini sangat banyak jadi mengolah kembali supaya dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk bisa membantu perekonomian," kata Toni.
Sementara Elvy berharap agar teman - temannya yang lain juga bisa mengetahui cara - cara pembuatan sabun dari minyak bekas.
"Dengan adanya workshop ini sangat membantu ketong jadi bisa mengolah bahan - bahan untuk membuat sabun cair sabun padat dan juga ecobrik," ujar Toni.
Guru pendamping mereka, Stefania A. Tatini mengungkapkan, project ini merupakan salah satu bagian dari inovasi para guru yang diwajibkan oleh pihak sekolah.
"Jadi, kami di Reformasi diwajibkan setiap guru mata pelajaran itu harus membuat inovasi jadi tidak semata pelajaran itu dikasih materi saja tapi gurunya harus berpikir apa yang bisa diaplikasikan dari pelajaran itu," ungkap Tini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/siswa-smas-reformasi-noelbaki-buat-sabun-dari-minyak-bekas.jpg)