Breaking News:

Salam Pos Kupang

Krisis Oksigen

LONJAKAN kasus Covid-19 di Kota Kupang dan di NTT sungguh drastis. Situasi darurat (emergency) ini tak boleh dibiarkan

Krisis Oksigen
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - LONJAKAN kasus Covid-19 di Kota Kupang dan di NTT sungguh drastis. Situasi darurat (emergency) ini tak boleh dibiarkan. Perlu langkah-langkah strategis, cepat dan tepat.

Pemerintah dan seluruh masyarakat diharapkan saling mendukung dalam meredam penyeberannya. Jika tidak, maka kondisi akan lebih buruk dan penangannya akan semakin menyulitkan.

Sesungguhnya saat ini kita mulai mengalami klimaks atau penurunan tingkat penyebaran. Namun, yang terjadi justru sebaliknya kita menemui antiklimaks. Penyebaran semakin menjadi-jadi. Saat ini total kasus sebanyak 4.447 orang yang terpapar. Sebanyak 2.185 orang sembuh dan 125 orang meninggal dunia. Sebagian besar kasus terjadi di Kota Kupang.

Baca juga: Penegakan Protokol Kesehatan, Wagub Josef Nae Soi : Kami Akan Paksa Tertib, Tidak Main Main Lagi

Melihat data ini tentu saja menimbulkan rasa takut sungguh mencekam sebagaimana awal kasus ini terjadi Maret 2020. Menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan merupakan protap kesehatan yang wajib bagi tiap orang.

Menghindari kerumunan orang, menjaga imun tubuh dengan berolahraga, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi juga merupakan pola yang wajib kita lakukan. Semuanya serba wajib. Tak bisa ditawar-tawar atau tak ada tawar-menawar.

Baca juga: Jalan Panjang Pandemi COVID-19 di Kota Kupang

Sejak kasus Covid-19 muncul, beberapa aspek ini telah menjadi penegasan. Faktanya kita belum menaatinya. Buktinya, tingkat penyeberannya seakan tak terkendali.

Karena itu jika kita ingin merawat hidup agar terbebas dari serangan virus, maka jalani semua protap ini dengan kesadaran tinggi.

Betapa kita menyaksikan kematian akibat Covid ini setiap hari berlangsung. Rumah-rumah sakit mulai jenuh dan kewalahan menerima pasien. Ruang perawatan tak bisa lagi menerima pasien.

Di sisi lain, kebutuhan akan alat-alat kesehatan seperti pelindung diri bagi paramedis tak boleh kurang. Paramedis sebagai garda paling depan harus mendapat perlindungan ekstra.

Dia harus aman dan sehat dulu agar ia boleh melayani atau merawat orang lain. Pun berbagai kebutuhan lain seperti oksigen yang sungguh vital itu tak boleh kurang.

Sebagaimana media ini memberitakan bahwa rumah-rumah sakit terutama di Kota Kupang sudah mulai sulit mendapatkan oksigen untuk kebutuhan pasien Covid dan non Covid.

Produsen oksigen di Kota Kupang, Robby Lugito, mengatakan, ia sudah merasakan kesulitan itu karena permintaan yang tinggi dari semua rumah sakit. Lalu, kebutuhan tiap rumah sakit berbeda-beda. Rumah Sakit WZ Johannes, Kupang, misalnya, memasok 150 tabung oksigen tiap hari. Belum lagi rumah sakit yang lain.

Secara ringkas Robby mengatakan, tiap bulan secara normal rumah-rumah sakit di Kota Kupang membutuhkan 1.500 tabung oksigen. Namun, kini mengalami lonjakan beberapa kali lipat. Ketika kini ia memproduksi tabung oksigen tiap hari selalu habis dipasok ke rumah -rumah sakit itu.

Meski di beberapa rumah sakit di NTT persediaan oksigen masih cukup, manajemen tak boleh diam. Perlu antisipasi ke depan untuk menghadapi situasi yang terburuk.

Pemerintah dan manajemen rumah sakit patut memerhatikan dan melakukan persiapan-persiapan antisipatif. Perlu menambah lagi produsen oksigen tidak saja di Kota Kupang, tapi ke kabupaten-kabupaten di NTT. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved