Berkat Program Ini, Timor Leste Kini Jualan 'Kredit Karbon', Uni Eropa Sumbang Puluhan Miliar Rupiah

Berkat Program Ini, Alam Timor Leste yang Hancur Lebur Sejak Merdeka, Timor Leste Kini Malah Bisa Jualan 'Kredit Karbon', Uni Eropa Sampai Sumbang Pul

Editor: Hermina Pello
Online.grid.id
Peta Timor Leste. Berkat Program Ini, Timor Leste Kini Jualan 'Kredit Karbon', Uni Eropa Sumbang Puluhan Miliar Rupiah 

Berkat Program Ini, Alam Timor Leste yang Hancur Lebur Sejak Merdeka, Timor Leste Kini Malah Bisa Jualan 'Kredit Karbon', Uni Eropa Sampai Sumbang Puluhan Miliar Rupiah

POS-KUPANG.COM - Sejak merdeka dari Indonesia, Timor Leste menghadapi berbagai permasalahan termasuk ekonomi hingga kerusakan alam.

Namun, berkat sebuah program, masalah kerusakan alam Timor Leste lambat laun berkurang dan bahkan negara itu kini berjualan 'kredit karbon'.

Kredit karbon adalah perdagangan emisi antar negara di mana negara yang emisi karbonnya rendah bisa menjual porsi emisi yang belum digunakan ke negara yang tingkat emisinya melebihi rata-rata.

Bagaimana semua itu bermula?

Berada di wilayah ketinggian di pegunungan Timor Leste, sekelompok petani subsisten mendapatkan penghasilan untuk bertahan hidup dengan menanam pohon untuk menentukan nasib masa depan sendiri dan komunitas.

Melansir World Economic Forum, Selasa (26/1/2021), program hutan kemasyarakatan WithOneSeed dimulai di Baguia, Timor Leste, pada tahun 2009.

Itu merupakan satu-satunya program penggantian kerugian karbon masyarakat bersertifikat Standar Emas (Gold Standard) di wilayah tersebut.

Sebagai usaha sosial masyarakat, WithOneSeed mendirikan pembibitan tanaman berbasis desa untuk menanam bibit dan kemudian memberikan insentif tahunan kepada pemilik lahan kecil untuk menghutankan kembali tanah mereka dengan menanam dan memelihara pohon.

Lebih dari 980 petani subsisten menjadi bagian dari program ini, yang memungkinkan mereka memperoleh penghasilan sambil mengambil tindakan nyata terhadap perubahan iklim.

WithOneSeed membuat empat komitmen:

- untuk mengatasi kerusakan lingkungan melalui reboisasi masyarakat;

- untuk membangun ekonomi desa melalui pembayaran kepada petani pemilik lahan kecil yang menanam dan memelihara pohon hutan;

- untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya pohon untuk adaptasi iklim dan langkah-langkah mitigasi;

- dan untuk membangun kemitraan regional untuk berkolaborasi dalam perubahan iklim.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved