Kamis, 23 April 2026

Abrasi Sungai Wae Bobo, Ancam Hilangkan Lahan dan Rumah Warga 

Sungai Wae Bobo terus terjadi abrasi, warga setempat minta Pemda Manggarai Timur  bangun tembok pondasi ( tanggul) untuk penahan abrasi sungai

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Terlihat abrasi di Sungai Wae Bobo, Kota Borong 

POS-KUPANG.COM | BORONG-Sungai Wae Bobo terus terjadi abrasi, warga setempat minta Pemda Manggarai Timur  bangun tembok pondasi ( tanggul) untuk penahan abrasi sungai dan banjir.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin (25/1/2021) terlihat di sepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Wae Bobo, di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarak Timur mulai dari Jembatan hulu sampai jembatan hilir bagian timur belum dibangun tanggul penahan. Hanya terlihat di pinggir DAS Wae Bobo sebelah barat mulai dari Jembatan Hilir/Pelangi sampai di jembatan tengah menghubungkan jalan Negara dan disekitaran Kampung Ponggeok Kelurahan Rana Loba sudah dibangun tanggul penahan banjir dan abrasi.

Baca juga: Pemkab Kupang Bantu Anakan Kurma dan Benih Kacang Ijo Buat Pengelola Masjid dan Mushola

Di bagian yang belum dibangun tanggul, terlihat abrasi sungai Wae Bobo semakin mendekati rumah-rumah penduduk dengan jarak banyak sekitar 3-5 meter saja. Untung saja aliran air itu tertahan di pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang bahu sungai itu.

Muhamad salah satu Warga Kelurahan Kota Ndora, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (25/1/2021) meminta kepada Pemda Manggarai Timur untuk bisa segera membangun tanggul, sebab abrasi di sungai Wae Bobo terus terjadi pada setiap tahun disaat musim hujan. Selain itu banjir besar di Sungai Wae Bobo sangat mengancam keselamatan nyawa, rumah penduduk dan tanaman kepunyaan penduduk setempat.

Baca juga: BELAJAR Bacaan Doa Setelah Shalat Magrib, Lengkap Dengan Dzikir Sesudah Sholat 5 Waktu

"kalau hujan dan banjir penduduk di bahu sungai Wae Bobo sangat kuatir jika terjadi banjir bandang, karena dapat mengancam nyawa dan rumah serta barang-barang milik penduduk. Ini yang kami minta supaya Pemda bisa memperhatikan kami dengan membangun tanggul penahan,"ungkap Muhamad.

Sharifa warga lainya juga menyampaikan hal yang sama. Sharifa juga meminta untuk bisa segera membangun tanggul penahan abrasi dan banjir di bahu DAS sungai Wae Bobo. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved