Breaking News:

Pemkot Lanjutkan Program Bedah Rumah, Simak Syaratnya !

Anggaran untuk program ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum, senilai Rp 2,9 miliar.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/F MARIANA NUKA
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang Cornelis Isak Benny Sain ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/6/2020) 

Pemkot Lanjutkan Program Bedah Rumah, Simak Syaratnya

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tahun ini Pemerintah Kota Kupang kembali melanjutkan program bedah rumah bagi warganya. Anggaran untuk program ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum, senilai Rp 2,9 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, Cornelis Isak Benny Sain, mengatakan dengan anggaran tersebut akan dibangun 140 rumah tidak layak huni di kota Kupang. Pembangunan rumah mulai dikerjakan dan saat ini sudah dalam proses survei. 

"Meskipun sedang melakukan survei, jadwal pelaksanaannya belum bisa dipastikan. Karena terkendala pandemi covid-19. Hal ini juga yang menyebabkan belum dilakukannya tender hingga saat ini," tuturnya.

Warga penerima program bantuan bedah rumah ini, kata Benny, tentu dengan berbagai persyaratan yaitu bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, rumah tidak layak huni, punya sertifikat tanah, serta surat keterangan dari pihak kelurahan.

Kemudian rendahnya kualitas rumah yang bedah, seperti kondisi atap rumah, badan maupun lantai. Kondisi sirkulasi udara juga termasuk dalam kategori tidak layak huni.  

Ia menjelaskan penilaian kriteria itu mulai dari pondasi rumah yang tidak permanen, tidak ada pondasi, masih mengunakan dinding bebak, atap yang rumah yang masih mengunakan daun, konstruksi kayu rumah yang sudah lapuk serta lantai rumah yang masih tanah ataupun semen kasar.

Selanjutnya dari sisi sirkulasi, juga tidak memenuhi syarat. Misalnya dari kondisi jendelanya. Jumlah penghuni rumah juga sangat bepengaruh terhadap kualitas rumah, seperti rumah tipe 36 yang dihuni lebih dari empat orang.

Dalam program ini kata Benny, standarisasi perumahan digunakan dalam melihat rumah layak atau tidak layak, kebutuhan ruang sesuai jumlah penghuni rumah juga menjadi standar kelayakan sebuah rumah.

"Pengajuan untuk mendapatkan bedah rumah ini, bisa dari usulan masyarakat sendiri atau dari pemerintah kota yang melakukan survei," tuturnya.

Disebutkannya, di kota Kupang sendiri, terdapat sebanyak 10.400 rumah tidak layak huni, atau rendahnya kulitas fisik dan fasilitas rumah. Jumlah itu tersebar di 51 kelurhan di Kota Kupang.

Baca juga: KODE REDEEM Free Fire FF Terbaru 24 Januari 2021, Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire Terbaru

Baca juga: 4 Bahan Alami Ini Bisa Membuat Gigi Kuning Anda Menjadi Lebih Putih

Ia berharap dalam tiga tahun ke depan  keseluruhan rumah tersebut bisa ditingkatkan kualitasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved