Timor Leste
Lepas dari Indonesia, Timor Leste Jatuh Miskin? Padahal Negara Kaya akan Minyak, Berikut Faktanya!
Lepas dari Indonesia, Timor Leste Jatuh Miskin? Padahal Negara Kaya akan Minyak, Berikut Faktanya!
Lepas dari Indonesia, Timor Leste Jatuh Miskin? Padahal Negara Kaya akan Minyak, Berikut Faktanya!
POS-KUPANG.COM -- Lepas dari Indonesia, Timor Leste Jatuh Miskin? Padahal Negara Kaya akan Minyak, Berikut Faktanya!
Seteleah 21 tahun lepas dari Indonesia, nyatanya Timor Leste justru semakin miskin meskipun memiliki minyak dan gas yang melimpah.
Akhirnya terjawab sudah penyebab Timor Leste semakin miskin setelah keluar dari Indonesia.
Baca juga: Anak Jokowi Terancam Tak Jadi Walikota Solo, Gibran Diam Tak Bergeming, Ternyata Ini Sebabnya, Apa?
Baca juga: Lengkap Surat Yasin Ayat 1-83, Terjemahan Indonesia Dilengkapi dengan Doa Setelah Baca Surah Yasin
Baca juga: Kapolres Ende Sambangi Para Tokoh Agama Mari Sama-sama Cegah Penyebaran Covid-19
Padahal jika dipikir-pikir, Timor Leste adalah salah satu negara yang limpah dengan minyak dan gas bumi.
Namun sayangnya belimpah minyak dan gas bumi nyatanya tak bisa membuat Timor Leste hidup sejahtera.
Bahkan mengutip dari lembaga penelitian Timor Leste La'p Hamutuk, warga negara tersebut menyebut menyesal memiliki minyak dan gas tapi tetap saja miskin.
Di sebagian negara memiliki kekayaan minyak dan gas bumi melimpah adalah sebuah anugerah.
Hal ini lantaran minyak di negara miskin, lebih sering tidak menguntungkan sebagian besar rakyatnya sendiri.
Uang yang dihasilkan hanya akan diembat beberapa orang, dan mengarah pada kebijakan yang salah atau tidak berkelanjutan.
Industri inyak dapat merusak lingkungan, dan seringkali berakhir pada pelanggaran HAM, dan ini terjadi pada banyak cara.
Pejabat publik dan perusahaan, dan dapat menyebabkan penipuan atau penyuapan.
Dari Shah Iran, Sani Abacha Nigeria hingga Saddam Hussein Irak, para diktator telah mengambil alih kekuasaan untuk mendapatkan keuntungan besar minyak.
Mereka menggunakannya untuk keuntungan pribadi, untuk mempertahankan kendali, dan untuk mendanai represi.
Tetapi bahkan di negara-negara kaya dan demokratis, korupsi tersebar luas di industri minyak.