Breaking News:

Cegah DBD Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Sumba Timur

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur terus melakukan berbagai upaya dalam rangka pencegahan penyakit demam berdarah dengue ( DBD)

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha, S.KM didampingi Kabid P2P, Jonker Telnoni, S.KM saat memberi keterangan soal DBD, Jumat (22/1/2021) 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur terus melakukan berbagai upaya dalam rangka pencegahan penyakit demam berdarah dengue ( DBD).

Tahun 2020 pemerintah setempat berhasil menekan angka kasus DBD dan juga tanpa ada kasus kematian.

Hal ini disampaikan Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha, S.KM , Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Manggarai untuk Mencegah DBD

Menurut Tinus, pada tahun 2019 lalu kasus DBD di Sumba Timur mencapai 895 kasus dengan angka kematian mencapai 18 kasus.

Sedangkan di tahun 2020, angka kasus sebanyak 70 kasus atau turun drastis dengan tanpa ada kasus kematian.

Baca juga: 2 Rumah di Desa Liakutu-Sikka Terbakar, Ini Kronologi dan Kerugiannya

"Kita kerja secara bersama dan berupaya semaksimal mungkin agar kasus DBD tidak seperti tahun 2019. Tahun 2019 itu, kita adalah daerah paling tinggi kasus DBD, namun di tahun 2020 kita berhasil tekan angka kasus," kata Tinus.

Sedangkan di tahun 2021, Tinus yang didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Jonker H.A. Telnoni, S.KM, menjelaskan, tahun 2021 ini sejak tanggal 1 Januari sampai sekarang ini ada lima kasus tanpa kematian.

"Untuk tahun 2020, kasus DBD sebanyak 70 kasus. Dari jumlah itu tidak ada kasus kematian. Sedangkan tahun ini, sampai sekarang ada lima kasus, juga tanpa kematian," kata Tinus.

Dikatakan, untuk pencegahan dan pengendalian, Dinas Kesehatan mengajak seluruh komponen masyarakat agar terlibat dan bersama-sama.

"Strategi pencegahan kita lakukan mulai dari tingkat kabupaten sampai di tingkat desa/kelurahan ,bersama pemerintah kecamatan, puskesmas, maupun puskesmas pembantu," katanya.

Dikatakan, upaya pencegahan yang dilakukan, selain membagikan kelambu anti nyamuk secara masal, juga upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Bahkan, lanjutnya, ada juga kegiatan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

"Kegiatan pencegahan lainnya, yakni abatesasi, yang dilakukan mulai dilakukan di seluruh puskesmas," ujarnya.

Sedangkan bagi penderita yang ditemukan baik di puskesmas pembantu atau puskesmas, maka langsung dilakukan pengobatan, sehingga tidak ada kasus kematian. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved