Breaking News:

Vaksin Covid 19

Stok Lebih, Uni Eropa Kaji Mekanisme Pembagian Vaksin untuk Negara Miskin dan Afrika, Ini Faktanya

Stok Lebih, Uni Eropa Kaji Mekanisme Pembagian Vaksin untuk Negara Miskin dan Afrika, Ini Faktanya

Frash Daily
ILUSTRASI -- Ilustrasi vaksin Covid-19 

Stok Lebih, Uni Eropa Kaji Mekanisme Pembagian Vaksin untuk Negara Miskin dan Afrika, Ini Faktanya

POS-KUPANG.COM -- Stok Lebih, Uni Eropa Kaji Mekanisme Pembagian Vaksin untuk Negara Miskin dan Afrika, Ini Faktanya

Kepala Kesehatan Uni Eropa mengatakan, Uni Eropa ingin membuat mekanisme yang memungkinkan pembagian kelebihan vaksin Covid-19 dengan negara-negara tetangga yang lebih miskin dan Afrika.

Baca juga: Pasukan Cina di Laut Cina Selatan sedang Diajari Bahasa Inggris, Ada Apa dengan Pelantikan Joe Biden

Baca juga: Melani Tak Bantu Jill Biden Masuk Gedung Putih Persiapan Perayaan 5 Hari Libatkan Dua Artis Terkenal

Baca juga: Mengejutkan Jelang Pelantikan Presiden AS Joe Biden, FBI Periksa 25 Ribu Pasukan Garda Nasional?

Uni Eropa, dengan populasi 450 juta, telah mendapatkan hampir 2,3 miliar vaksin Covid-19 dan kandidat dari enam perusahaan, meskipun sebagian besar masih memerlukan persetujuan peraturan.

"Kami sedang bekerja dengan negara anggota untuk mengusulkan mekanisme Eropa untuk berbagi vaksin di luar perbatasan kami," kata komisaris kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides kepada anggota parlemen Uni Eropa pada Selasa (19/1/2021), mengonfirmasikan laporan Reuters dari bulan Desember.

Dia menekankan bahwa mekanisme tersebut akan memberikan vaksin ke negara-negara miskin "sebelum COVAX beroperasi penuh", mengacu pada skema global yang dipimpin bersama oleh WHO yang dibentuk musim panas lalu untuk memastikan distribusi vaksin Covid-19 yang adil di seluruh dunia.

COVAX sudah beroperasi tetapi sejauh ini berjuang untuk mengamankan vaksin. COVAX mengumumkan pada bulan Desember kesepakatan untuk hampir 2 miliar dosis.

Tetapi bagian terbesar dari suntikan ini telah dijaminkan oleh pembuat vaksin di bawah perjanjian yang tidak mengikat karena COVAX saat ini kekurangan dana untuk memesannya terlebih dahulu.

"Perusahaan tidak akan memberi Anda dosis vaksin jika Anda tidak membayar di muka," kata seorang negosiator senior vaksin UE tanpa menyebut nama, mencatat bahwa inisiatif UE adalah hasil dari COVAX yang tidak sesuai harapan.

Dokumen internal yang dilihat oleh Reuters menunjukkan pada bulan Desember bahwa co-leader COVAX melihat risiko kegagalan yang tinggi untuk mekanisme tersebut karena dana yang tidak mencukupi dan pengaturan kontrak yang rumit.

Halaman
12
Editor: Gordy Donofan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved