Minggu, 3 Mei 2026

Distribusi Air ke Pelanggan PDAM Ende Terganggu, Ini Penyebabnya

Di musim penghujan ini distribusi air ke pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Kabupaten Ende terganggu

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Direktur PDAM Kabupaten Ende Yustinus Sani bersama pegawainya usai membersihkan sampah di jalur pipa di Wolowona, Ende, Senin (18/1/2021). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Di musim penghujan ini distribusi air ke pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Kabupaten Ende terganggu.

Pasalnya semua jalur pipa dari sumber mata air sering tersumbat oleh sampah dan potongan kau yang terbawa oleh banjir.

Para pegawai lapangan PDAM Ende harus bekerja ekstra untuk menanggulangi masalah tersebut.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19 di Manggarai Yoakim Jehati Usul Lakukan PSBB

Yustinus Sani, Direktur PDAM Kabupaten Ende , Senin (18/1/2021), terjun langsung ke salah satu titik yang tersumbat di belakang unit Water Treaatment Plant (WTP), Wolowona.

Sampah plastik dan potongan kayu tampak menumpuk di sekitar ujung pipa. Petugas pun susah payah mengeluarkan sampah dan potongan kayu tersebut.

Baca juga: Rencana Vaksin Covid-19 Untuk Belu Dilakukan Termin Pertama Februari 2021

"Ini faktor alam, di musim penghujan seperti sekarang ini sering terjadi banjir. Jelas distribusi air ke pelanggan juga ikut terganggu," kata Sani.

Namun, lanjutnya, masyarakat juga perlu lebih peduli agar tidak membuang sampah di kali atau lokasi-lokasi dekat sumber mata air. Sebab, ketika terjadi banjir sampah-sampah ikut terbawa dan menyumbat pipa.

Sani menjelaskan, dampak lain yakni air menjadi tidak terlalu jernih, sehingga proses penyaringan di PDAM membutuhkan lebih banyak waktu. Akibatnya distribusi air ke pelanggan juga menurun.

"Ini banyak dampaknya, pertama produksi air PDAM Ende menurun, dan selanjutnya, distribusi ke pelanggan juga terganggu, menurun," ungkapnya.

Dia mencontohkan, distribusi air dari unit WTP Wolowona ke beberapa titik di Kota Ende saat ini menurun yakni 15 liter per detik. Padahal sebelum-sebelumnya bisa mencapai 40 liter per detik.

Dengan kondisi ini, kata Sani, para petugas lapangan PDAM bekerja ekstra. Bahkan, katanya para pegawai harus siap 24 jam ketika ada masalah.

Ia berharap ke depan masyarakat lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, sambil pihak PDAM membenahi instalasi jaringan pipa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved