Bikin Haru, Doa Ini yang Ditulis Pasien Covid-19 di Belu Sebelum Meninggal
Sr. Ignasia sempat menuliskan pesan doa di selembar kertas putih yang ditempelkan di kaca jendela ruangan isolasi, tempat ia dirawat.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Bikin Haru, Doa Ini yang Ditulis Pasien Covid-19 di Belu Sebelum Meninggal
POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Pasien Covid-19 di Kabupaten Belu yang diketahui sebagai biarawati,
Sr. Ignasia meninggal dunia di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Jumat (15/1/2020) malam.
Kepergian Sr. Ignasia ini menyisahkan cerita haru dan berkesan bagi masyarakat Kabupaten Belu terkait tulisan pesan doanya. Pesan doa dari Suster kelahiran Maudemu, 28 November 1948 ini pun viral di media sosial.
Sebelum meninggal, Sr. Ignasia sempat menuliskan pesan doa di selembar kertas putih yang ditempelkan di kaca jendela ruangan isolasi, tempat ia dirawat.
Suster asal Lamaknen itu, menulis pesan doa pakai tulisan tangan dan menggunakan huruf kapital.
Dalam kertas yang ditemukan itu tertulis "TUHAN KE DALAM TANGANMU KU SERAHKAN SELURUH JIWA RAGAKU, HIDUP DAN MATIKU.
TUHAN SERTAILAH AKU
TUHAN KASIHANILAH AKU
TUHAN SEMBUHKANLAH AKU
TUHAN SELAMATKANLAH AKU
TUHAN BEBASKANLAN AKU
Tulisan pesan doa dari Suster yang sudah 52 tahun hidup membiara ini mulai tersebar di media sosial dan orang-orang yang mengenal sosok Suster Igansia ini juga mendapatkan informasi itu. Satu diantaranya, Sekretaris Komsos Keuskupan Atambua, Romo Inosensius Nahak Berek, Pr.
Romo Ino, demikian ia sapa ketika dihubungi Pos Kupang.Com, Sabtu (16/1/2021) mengaku, sempat menerima pesan doa dari Sr. Ignasia yang dikirim beberapa teman.
Di mata Romo Ino, Sr. Ignasia adalah sosok yang suka memberikan nasihat dan selalu memberikan perhatian. Bahkan di kalangan tokoh-tokoh Lamaknen, Sr. Ignasia adalah pemberi inspirasi. Suster Ignasia berasal dari Lamaknen yang bertugas di Biara Halilulik.
"Memang suster orangnya suka nasihat, memberikan perhatian dan juga di mata tokoh-tokoh Lamaknen ia sebagai pemberi inspirasi. Dia suka sekali menasihat begitu. Perhatiannya luar biasa. Sr. Ignasia orangnya komunikatif dan suka nasihat", kata Romo Ino.
Seingat Romo Ino, Sr. Ignasia sudah merayakan pesta emas hidup membiara tahun 2020. Kala itu, Sr. Ignasia mengundang Romo Ino untuk hadir sekalian meliput kegiatannya.
Baca juga: Di NTT, Jalan Trans Flores Longsor, Kendaraan Antre di Lokasi, Begini KOndisinya
"Seingat saya, menjelang suster merayakan pesta emas hidup membiara, waktu itu ketemua saya. Dia pernah undang, Romo kalau ada waktu nanti hadir sekalian liputan", kisah Romo Ino mengulangi ucapan almarhuma. (
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/foto-dokumen-pesan-doa-dari-pasien-covid-19-sr-igansia.jpg)