PERANG SAUDARA Mengancam Amerika Saat Donald Trump Lengser,FBI Ungkap Pergerakan Pasukan Bersenjata
Situasi keamanan Amerika Serikat semakin mencekam jelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat menggantikan Donald Trump
PERANG SAUDARA Mengancam Amerika Saat Donald Trump Lengser, FBI Ungkap Pergerakan Pasukan Bersenjata
POS KUPANG.COM -- Situasi keamanan Amerika Serikat semakin mencekam jelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat menggantikan Donald Trump
Rakyat Amerika seprti kembali ke masa lalu saat perang suadara di negara itu
Pihak FBI juga menginformasikan mengenai adanya pasukan bersentara ke bergerak masuk ke ibu kota Washintong DC
Situasi di Amerika kian mencekam, protes masa yang tak terima pencopotan Doland Trump terus menggema.
Baca juga: JADI SOROTAN Tangan Dokter Gemetar Saat Suntuk Vaksin Covid-19 ke Jokowi, Ini Pengakuan Sang Dokter
Baca juga: Ini Polwan Cantik Berprestasi dari Bongkar Sindikat Sabu Sampai Nyaris Ketahuan Gembong Narkoba
Baca juga: Ahmad Dhani Diberi Syarat Ceraikan Mulan Jameela untuk Nikahi Artis ini, Tak Mau Dipoligami
Baca juga: Tanpa Restu Orangtua, Pernikahan Indah Permatasari dan Arie Kriting Hanya Dihadiri Adik Sang Artis
Selain itu, sebuah laporan cukup mengejutkan di mana akan terjadi sebuah protes besar-besaran atas lengsernya Donald Trump.
Menurut 24h.com.vn, pada Selasa (12/1/21), FBI melaporkan, telah menerika informasi bahwa protes bersenjata telah disiapkan di 50 ibukota negara bagian AS.
Termasuk di antaranya Capitol dan Washington DC dalam beberapa hari mendatang sebelum 20 Januari.
CNN melaporkan AS telah melakukan langkah pengamanan yang semakin diperkuat, sebelum pelantikan Biden.
Badan penegak hukum negara bagian, federal dan lokal sedang mempersiapkan kemungkinan kekerasan skala yang lebih besar.
Daripada kerusuhan di gedung kongres AS pada 6 Januari, menewaskan sedikitnya lima orang.
Bahkan ketika penyelidik federal terus melacak tersangka dari kerusuhan di gedung parlemen.
Ada kekhawatiran bahwa pengepungan Gedung Capitol hanyalah awal dari potensi aksi kekerasan dari Para pendukung Trump yang diprovokasi oleh tuduhan dari Presiden AS saat ini, bahwa pemilu itu "dicurangi".
"Demonstrasi bersenjata direncanakan di semua negara bagian, berlangsung dari 16 Januari dan berlangsung setidaknya hingga 20 Januari, dan Capitol, berlangsung 17 Januari hingga. 20 Januari, "kata sumber FBI.
FBI juga prihatin tentang ancaman pemberontakan jika Trump disingkirkan sebelum 20 Januari dengan menerapkan Amandemen ke-25.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rusuh-amerika-ada-pasukan-bersenjata-pendukung-trump.jpg)