Jumat, 24 April 2026

Berita Ende Terkini

Bupati Ende Djafar Achmad Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad menyatakan dirinya siap disuntik vaksin Covid-19."Oh saya siap, seluruh Forkopimda Kabupaten Ende siap," kata Bup

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Ferry Ndoen
FOTO. POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI
ntor Bupati Ende, Rabu (13/1/2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM | ENDE - Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad menyatakan dirinya siap disuntik vaksin Covid-19.

"Oh saya siap, seluruh Forkopimda Kabupaten Ende siap," kata Bupati Djafar kepada POS-KUPANG.COM di Kantor Bupati Ende, Rabu (13/1/2021).

Bupati menegaskan, ia juga tidak keberatan jika menjadi orang pertama di Ende disuntik vaksin Covid-19.

Lanjutnya, vaksin Covid-19 baru akan tiba di Ende pada Februari 2020. "Nanti tahap pertama, tenaga kesehatan yang divaksin," ungkapnya.

Bupati Djafar menyebut, jumlah tenaga kesehatan di Ende yang akan divaksin mencapai 1.080 orang.

Lanjutnya, vaksinasi untuk masyarakat bisa berlangsung hingga 2022. Ditanya terkait ketakutan masyarakat soal vaksin, Bupati katakan, sosialisasi akan terus dilakukan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat.

"Pemerintah hadir untuk masyarakat. Dengan vaksin ini Pemerintah tidak mungkin menyengsarakan, apalagi sampai mematikan masyarakatnya," kata Bupati Djafar.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Vitalis Kako, mengatakan penjabaran vaksinasi Covid-19 di tingkat kabupaten belum ada kepastian, kapan pelaksanaannya.

Menurutnya, vaksin Covid-19 dari tingkat provinsi belum didroping ke kabupaten. "Dari pusat sudah tiba di provinsi tetapi dari ke kabupaten, belum," ungkap Vitalis.

Vitalis menyebut, di tahap pertama vaksinasi Covid-19, para tenaga medis. "Nah di tahap pertama ini setelah tenaga kesehatan lalu diikuti pejabat essensial, Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Sekda, dan seterusnya," kata Vitalis.

Selanjutnya tahap kedua untuk TNI dan Polri, tahap ketiga dan empat untuk masyarakat. Vaksinasi Covid-19 berlangsung hingga 2022.

Ditanya bagaimana jika ada masyarakat yang menolak, Vitalis Kako mengatakan vaksin ini wajib, namun wajib dalam tanda kutip.

"Misalnya 1.080 tenaga kesehatan yang akan divaksin, itu tidak semua tenaga kesehatan yang ada di Ende. Itu data dari pusat," ungkapnya.

Nah, untuk masyarakat, kata Vitalis, tentu langkah pendekatan dengan sosialisasi, selanjutnya, pendataan dan vaksinasi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved