Babi Mati Karena ASF Harus Dikuburkan, Bukan Dibuang

susah apanya kalau para peternak menggali tanah dan menguburkan bangkai babi milik mereka yang mati karena diserang virus babi Afrika.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Bangkai babi yang mati karena virus ASF dibuang begitu saja di lahan kosong Koligleteng, Kota Lewoleba, Senin (11/1/2021) 

Babi Mati Karena ASF Harus Dikuburkan, Bukan Dibuang

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq kesal dengan ulah para peternak yang sembarang membuang bangkai babi yang mati karena Virus Babi Afrika (African Swine Fever) di lahan kosong di kawasan Koligleteng, Kota Lewoleba.

"Kami sedang koordinasi ke bupati dan Setda untuk tangani bangkai, ada cari lokasi penguburan. Peternak harap gampang saja. Sudah diberi edukasi tapi malah dianggap remeh," ungkap Kanis saat dihubungi Pos Kupang, Senin (11/1/2021).

Kanis menuturkan susah apanya kalau para peternak menggali tanah dan menguburkan bangkai babi milik mereka yang mati karena diserang virus babi Afrika.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa hingga Senin kemarin tercatat sudah 435 ekor babi yang mati di wilayah Kecamatan Nubatukan, Kota Lewoleba.

Dinas Peternakan juga sudah membuka posko pencegahan di wilayah Kedang untuk mencegah meluasnya penyebaran virus sampai ke wilayah Omesuri dan Buyasuri (Kedang). 

"Karena di sana populasi babi juga banyak selain di Nubatukan," ungkapnya.

Baca juga: Bagaimana Hukum Shalat Subuh Kalau Bangun Tidur Kesiangan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Baca juga: Simak Penjelasan Buya Yahya Soal Cara Mengisi Shaf Shalat Berjamaah Kosong

Baca juga: Sumba Barat Kembali Zona Hijau Paskah 23 Pasien Positip Virus Corona Sembuh

Baca juga: Begini Penjelasan Kadis Kesehatan Sumba Barat Terkait Virus Corona

Pihaknya sudah menyampaikan imbauan kepada para peternak supaya menguburkan bangkai babi yang mati.
Ternak babi yang sakit juga tidak boleh disembelih untuk dijual atau dikonsumsi dan dia harap para peternak babi juga bisa menyemprotkan kandang dengan cairan disinfektan yang bisa diperoleh di toko. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved